RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JAKARTA - Kedatangan jenazah Sutrimo di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring pada Kamis (23/7) masih menyisakan teka-teki. Seorang saksi mata mengungkap detik-detik saat almarhum diantar armada ambulans dan disusul oleh dua orang tak dikenal yang mengurus seluruh proses pemulasaraan.
Sutrimo sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pria yang diisukan merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di lokasi.
Saksi mata yang merupakan petugas keamanan RS Muhammadiyah Taman Puring, Okhi, membeberkan bahwa jenazah almarhum tiba di rumah sakit sekitar pukul 10.00 hingga 10.30 WIB. "Datangnya itu sama sopir, dua orang itu, dua sopir ambulans itu. Dan ada dua lagi yang menyusul," ujar Okhi saat ditemui JawaPos.com, Minggu (26/7).
Menurut Okhi, dua orang yang datang menyusul itulah yang mengurus seluruh keperluan administrasi hingga proses pemandian jenazah. Pihak rumah sakit pada awalnya hanya diminta untuk menerbitkan surat kematian dan membantu proses pemulasaraan.
Ia menambahkan, ambulans yang membawa almarhum diduga merupakan ambulans yang dipesan secara daring (online). "Mungkin itu antara dari temannya atau dari anggotanya saya juga kurang tahu ya, soalnya dia yang ngurus semua, semua yang ada di sini, sampai pemandiannya juga," kata Okhi.
Mengenai kondisi fisik korban saat tiba di UGD, Okhi menyebutkan bahwa jenazah Sutrimo sudah dalam posisi tertutup rapat kain biru bermotif bunga dan langsung ditangani oleh tim medis. "Posisi datang sudah tertutup semua, enggak ada celah. Intinya bagian sini (dada) basah," terangnya. Jenazah almarhum berada di RS Muhammadiyah Taman Puring hingga akhirnya dibawa kembali sebelum waktu Asar.
Saat ini, jajaran kepolisian dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan dan Pusident Bareskrim Polri tengah gencar melakukan penyelidikan di lokasi kejadian serta memeriksa rekaman CCTV dan saksi-saksi terkait.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum dan pendalaman penyebab pasti kematian almarhum masih terus berjalan secara profesional dan hati-hati. "Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Minggu (26/7).
Polisi saat ini tengah mendalami rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, serta memanggil sejumlah pihak untuk dimintai klarifikasi. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi liar hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan. “Prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum," pungkasnya. (jp/az/mof)
Editor : Arief