Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Filosofi dan Perjalanan Karier Rachmat Gobel yang Menginspirasi Banyak Orang

admin • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:43 WIB

TOKOH: Chairman Gobel Group sekaligus Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel semasa hidup. Kiprahnya membentang dari dunia industri, pemerintahan, hingga politik nasional. (Foto: Salman Toyibi/Jawa Pos)
TOKOH: Chairman Gobel Group sekaligus Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel semasa hidup. Kiprahnya membentang dari dunia industri, pemerintahan, hingga politik nasional. (Foto: Salman Toyibi/Jawa Pos)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Jakarta - Kepergian Rachmat Gobel pada Jumat (10/7) menutup perjalanan panjang salah satu tokoh nasional yang meninggalkan jejak kuat di dunia industri, pemerintahan, dan politik. Sosok yang dikenal sebagai Chairman Gobel Group itu meniti karier dari bawah hingga dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan dan parlemen.

 

Lahir di Gorontalo pada 3 September 1962, Rachmat merupakan putra kelima pasangan Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Sebagai anak pendiri Gobel Group, ia memang dipersiapkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan perusahaan keluarga. Namun, jalan yang ditempuhnya tidak instan.

Sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), Rachmat telah dibiasakan bekerja dari level paling dasar. Ia pernah menjadi tukang sapu di pabrik milik keluarganya sebelum dipercaya mengemban tanggung jawab yang lebih besar.

Pendidikan disiplin yang diterapkan keluarga Gobel menjadi fondasi utama pembentukan karakter kepemimpinannya. Ia menjalani berbagai posisi di perusahaan secara bertahap sehingga memahami seluruh proses bisnis dari tingkat operasional hingga manajerial.

Menimba Ilmu di Jepang

Kemampuan akademiknya turut mengantarkan Rachmat menempuh pendidikan tinggi di Jepang. Pada usia 24 tahun, ia meraih gelar sarjana di bidang Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Rachmat tidak langsung kembali ke Indonesia. Ia terlebih dahulu menjalani praktik kerja di Matsushita Group yang berbasis di dekat Kota Osaka, Jepang. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum mengelola perusahaan keluarga.

Pada 1989, saat berusia 27 tahun, Rachmat kembali ke Jakarta dan bergabung dengan Kelompok Usaha Gobel. Kariernya dimulai sebagai Asisten Presiden Direktur PT National Gobel yang kini dikenal sebagai PT Panasonic Manufacturing Indonesia.

Pengalaman bekerja dari berbagai jenjang membuatnya memahami bahwa kekuatan perusahaan bukan semata-mata ditentukan oleh teknologi maupun produk, melainkan oleh kualitas manusianya.

Filosofi Memanusiakan Manusia

Dalam berbagai kesempatan, Rachmat kerap menegaskan bahwa investasi terbesar sebuah perusahaan adalah sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, kualitas produk akan mengikuti apabila kualitas manusia yang mengelolanya terus ditingkatkan.

Ia meyakini bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan membangun manusia yang bekerja di dalamnya.

Filosofi yang paling melekat pada dirinya adalah kalimat, "Kita harus memanusiakan manusia."

Prinsip tersebut menjadi dasar dalam memimpin perusahaan sekaligus membangun budaya kerja yang menempatkan manusia sebagai aset utama.

Nilai itu pula yang kemudian dibawanya ketika memasuki dunia pelayanan publik.

Berkiprah di Pemerintahan dan Politik

Karier Rachmat tidak berhenti di dunia usaha. Ia kemudian dipercaya Presiden Joko Widodo untuk menjabat Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

Pengalaman di kabinet menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pengabdiannya kepada negara. Setelah itu, ia melanjutkan kiprah di dunia politik bersama Partai NasDem.

Di parlemen, Rachmat dipercaya menduduki jabatan Wakil Ketua DPR RI, salah satu posisi tertinggi dalam lembaga legislatif Indonesia.

Dengan pengalaman panjang di dunia industri, pemerintahan, dan politik, Rachmat Gobel dikenal sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan dunia usaha dengan kebijakan publik. Kepergiannya meninggalkan warisan pemikiran mengenai pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan bangsa. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#Rachmat Gobel #profil Rachmat Gobel #perjalanan karier Rachmat Gobel #Gobel Group #Wakil Ketua DPR RI