Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hari Bhayangkara ke-80, Prabowo Ingatkan Polri

admin • Kamis, 2 Juli 2026 | 21:27 WIB
HORMAT: Presiden Prabowo Subianto di Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu (1/7). (Setpres)
HORMAT: Presiden Prabowo Subianto di Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu (1/7). (Setpres)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas mengenai penegakan hukum saat memberikan arahan dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu (1/7).

Di hadapan seluruh personel Polri yang hadir, dia mengingatkan agar hukum tidak dijadikan alat balas dendam politik. Mulanya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara hukum harus terus berusaha menegakkan keadilan.

Dia meminta hukum dihormati dan dihargai. Baginya, hukum tidak ubahnya pelindung bagi rakyat. Sehingga harus digunakan untuk memberikan rasa aman kepada seluruh rakyat Indonesia.

”Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah. Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik,” tegasnya.

Ia menyatakan bahwa hukum tidak boleh digunakan oleh satu kelompok atau kelompok tertentu. Prabowo juga menyatakan, bahwa tidak boleh ada kriminalisasi di Indonesia. Apalagi sampai terjadi penyalahgunaan wewenang.

Maka ia menegaskan agar tidak ada yang kebal terhadap hukum. “Saya tekankan kembali, rakyat paling lemah harus mendapat perlindungan. Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” tekannya.

Tahun ini, Polri memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengangkat tema Polri untuk Masyarakat. Menurut Prabowo, tema tersebut sangat tepat. Sebab, itulah jati diri Polri. Sehingga tema tersebut harus menjadi arah pengabdian dan kompas moral bagi seluruh insan Bhayangkara. “Polri hadir untuk rakyat, Polri bekerja untuk rakyat, Polri harus melindungi rakyat, Polri mengabdi kepada bangsa dan negara,” pesan Prabowo.

Sisi lain, Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, usia ke-80 bukan sekadar perjalanan waktu bagi institusi Polri, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Momentum ini menjadi refleksi untuk memperteguh semangat dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Johnny.

Menurutnya, melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri terus memperkuat transformasi menuju institusi kepolisian yang modern, profesional, transparan, dan semakin dipercaya masyarakat.

Editor : Arief
#hari bhayangkara #polri #Prabowo Subianto