Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Purbaya Klaim Ekonomi Nasional Masih Kuat, Tidak Sedang Menuju Krisis Moneter

M Oscar Fraby • Senin, 8 Juni 2026 | 18:21 WIB
PELEMAHAN RUPIAH: Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar Ameria Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)
PELEMAHAN RUPIAH: Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar Ameria Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)

 

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Indonesia tidak sedang menuju kondisi krisis ekonomi keuangan dan moneter seperti keadaan 1997-1998.

“Kita tidak sedang menuju keadaan seperti 1997-98 lagi. Fiskal kita baik, ekonominya bagus, hanya ada sentimen negatif di sana-sini yang mengganggu sedikit terhadap nilai tukar, tapi itu harusnya bisa diperbaiki dengan kombinasi yang lebih baik antara pemerintah, Kementerian Keuangan dengan bank sentral,” ujarnya, Sabtu (6/6).

Pada perdagangan Kamis (4/6), nilai tukar rupiah terhadap pertama kalinya menembus Rp18 ribu per dolar AS. Pelemahan rupiah ini menimbulkan kekhawatiran dari sebagian pihak akan potensi terulangnya krisis ekonomi di Indonesia.

Namun, Purbaya memastikan bahwa penguatan sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan moneter dapat mendorong lagi penguatan rupiah.

Sinkronisasi yang dimaksud adalah peningkatan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik guna mendorong kembali masuknya aliran modal asing (inflow), serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia (BI), disertai peningkatan remunerasi yang dibayarkan BI kepada pemerintah.

Adanya sinkronisasi antara pemangku kepentingan terkait dinilai dapat menurunkan biaya produksi yang dialami oleh pelaku usaha yang bergantung bahan baku impor. “Kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” ucap Menkeu.

“Yang saya bisa katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonominya bagus, kepemimpinan Bapak Presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan Bapak Presiden,” imbuhnya.

Editor : Muhammad Rizky
#krisis ekonomi keuangan #menkeu