Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Seskab Teddy Jawab Kritikan, Singgung Masa Jabatan Dino yang Hanya Tiga Bulan

admin • Rabu, 3 Juni 2026 | 21:23 WIB
BERBISIK: Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) menanggapi kritik Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
BERBISIK: Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) menanggapi kritik Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Pati Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Dalam klarifikasinya, Teddy bahkan menyinggung masa jabatan Dino sebagai Wamenlu yang menurutnya hanya berlangsung sekitar tiga bulan.

Teddy membuka tanggapannya dengan mengapresiasi kritik yang disampaikan Dino. Namun, ia sekaligus seolah menyelipkan sindiran mengenai rekam jejak diplomat senior tersebut. "Terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” ujarnya dalam keterangan video resmi, Senin (1/6).

Teddy menegaskan, bahwa isu biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo telah dijelaskan berulang kali. Menurutnya, seluruh kelebihan biaya di luar anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden.

Ia juga membantah anggapan bahwa rombongan Presiden terlalu besar. Menurut Teddy, jumlah delegasi justru telah dipangkas lebih dari separuh dibanding periode sebelumnya. “Kalau dulu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” timpalnya.

Menanggapi kritik soal agenda luar negeri yang dinilai perlu direncanakan jauh hari, Teddy mengatakan dinamika global tidak memungkinkan seluruh jadwal ditetapkan satu tahun sebelumnya.

Menurut Teddy, situasi internasional berkembang sangat cepat sehingga kepala negara perlu memiliki fleksibilitas menentukan agenda sesuai kebutuhan nasional maupun perkembangan luar negeri. “Perkembangan dunia global itu sangat dinamis hari per hari. Jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” ucapnya.

Teddy juga membela frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo selama sekitar satu setengah tahun terakhir. Ia menilai langkah tersebut diperlukan karena Prabowo memimpin di tengah situasi global yang penuh konflik.

Ia mencontohkan konflik di Ukraina hingga kawasan Timur Tengah sebagai alasan pentingnya membangun kedekatan dengan para pemimpin dunia. Menurutnya, diplomasi tidak dapat dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial atau pencitraan semata.

Karena itu, Teddy menilai anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden hanya bersifat “gagah-gagahan” merupakan penilaian yang keliru.“Kita harus panen hubungan yang baik. Bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya,” katanya. 

Editor : Arief
#Seskab Teddy #dino pati djalal #polemik