RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JAKARTA - Pengetatan istithaah Kesehatan haji tahun ini berbuah manis. Terbukti jumlah jemaah meninggal dunia turun signifikan. Namun, masih ada catatan soal jemaah yang sakit. “Sampai hari ini alhamdulillah tingkat jemaah yang meninggal sudah turun hampir separuh,” terang Menteri Haji dan umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, Minggu (31/5).
Meski enggan menyebut angka, namun Irfan memastikan jumlahnya turun separuh bila dibandingkan periode yang sama di musim haji tahun lalu. Yang masih mencadi catatan, adalah jemaah yang sakit. “Ada beberapa jemaah kita yang begitu sampai di sini langsung masuk rumah sakit,” lanjutnya.
Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa pengetatan standar istithaah Kesehatan haji Indonesia belum terlalu signifikan. Penerapan standar baru istithaah haji belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik di beberapa daerah.
Sering kali petugas di lapangan berhadapan dengan realita sosiokultural. Salah satunya adalah rasa segan ketika menghadapi calon jemaah haji lansia.
Hal itu tidak lepas dari lamanya masa tunggu antrean haji, sehingga membuat sebagian jemaah haji baru bisa berangkat saat sudah lansia. “Kita paham mereka menunggu tunggu lama, tapi kita juga paham bahwa kita juga perlu orang-orang yang sehat,” tutur Irfan.
Ia mengungkap, jemaah haji yang meninggal tahun ini tidak hanya mereka yang berstatus lansia. Tak sedikit jemaah berusia di bawah 60 tahun yang meninggal di tanah suci. “Artinya bahwa walaupun mereka usianya relatif lansia, tetapi memang kita seleksi benar-benar kesehatannya, kesehatannya bagus,” jelas Irfan.
Karena itu, untuk musim haji 2027, istithaah kesehatan akan dipersiapkan lebih matang dan lebih awal. Beberapa daerah sudah mulai memantau kondisi kesehatan calon jemaah haji yang mungkin akan berangkat tahun depan, bahkan sebelum operasional haji tahun ini selesai.
Calon jemaah haji yang diperkirakan akan berangkat tahun depan sudah mulai diundang, dikumpulkan untuk bicara tentang manasik Haji. “Dan saya minta kepada mereka juga dimasukkan manasik tentang istithaah kesehatan. Itu lebih penting juga,” tekannya.
Salah satu contohnya adalah Marsiyah, jemaah haji tertua asal Kabupaten Kediri yang tahun ini berangkat di usia 105 tahun. Kondisi kesehatannya cukup prima, meski sudah tak kuat berjalan jauh sehingga harus menggunakan kursi roda saat tawaf dan sa’i. “Saya tidak pernah sakit,” ujar Marsiah.
Editor : Arief