Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jemaah Haji Indonesia Mulai Dipulangkan, Kemenhaj Ingatkan Jangan Selundupkan Air Zam-Zam

admin • Rabu, 3 Juni 2026 | 21:03 WIB
DALAM BUS: Jamaah Haji Indonesia kloter BTH (Batam) 1 bersiap menuju Bandara King Abdulaziz jeddah, Minggu (31/5) malam Waktu Arab Saudi (WAS) untuk pulang ke tanah air. (Media Center Haji 2026)
DALAM BUS: Jamaah Haji Indonesia kloter BTH (Batam) 1 bersiap menuju Bandara King Abdulaziz jeddah, Minggu (31/5) malam Waktu Arab Saudi (WAS) untuk pulang ke tanah air. (Media Center Haji 2026)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JAKARTA – Seiring selesainya masa puncak haji, satu persatu rombongan jemaah haji Indonesia mulai kembali ke tanah air. Ada 17 kloter yang diterbangkan kembali ke tanah air melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah, mulai Senin (1/6).

Pemulangan diawali oleh kloter BTH 1 dan SUB 1, yang diterbangkan pada pukul 03.05 Waktu Arab Saudi (WAS) atau 07.05 Waktu Indonesia Barat (WIB). Mereka sudah menyelesaikan seluruh rangkaian haji, bahkan ada yang sempat melakukan tawaf wada atau tawaf perpisahan.

Penimbangan koper sudah dilakukan pada Jumat (30/5) lalu, atau pada hari tasyrik kedua 12 Zulhijjah di hotel masing-masing. Penimbangan dilakukan lebih awal untuk memudahkan proses penanganan bagasi saat di bandara. Termasuk pemeriksaan barang bawaan, sehingga tidak perlu ada drama pembongkaran koper di bandara.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan jemaah untuk tidak mengulangi kelakuan sebagian jemaah haji tahun lalu. Yakni menyelundupkan air zam-zam di dalam koper. Air zam-zam itu nanti sudah akan dikirimkan dan diserahkan kepada jemaah secara resmi nanti melalui asrama-asrama haji,” pesannya di Makkah, Minggu (31/5).

Sementara itu, Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman meminta para ketua kloter mengecek betul jumlah jemaahnya. Jangan sampai saat kepulangan justru masih berada di Masjidil Haram maupun tempat lain sehingga tertinggal. “SOP-nya memang di Bandar Udara Jedah itu, 6 jam sebelum take off itu seluruh penumpang atau jemaah haji sudah harus sampai di bandara,” katanya.

Ia memastikan bahwa bus yang digunakan untuk mengantar jemaah ke bandara sama seperti yang membawa mereka saat datang ke tanah suci. Untuk setiap kloter berisi 360 jemaah, pihaknya menyiapkan 9 bus. Kemudian, kloter berisi 380-400 jemaah akan dilayani 10 bus.

Sementara, yang jemaahnya mencapai 445 orang akan dilayani 11 bus. “Kami imbau pada saat menaiki bus itu yang naik pertama ada lansia, yang berikutnya disabilitas, berikutnya jemaah wanita, berikutnya baru laki-laki,” imbuhnya. 

Editor : Arief
#Kemenhaj #haji