Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jemaah Diimbau Siapkan Dana Ekstra, Tarif Pendorong Kursi Roda Bisa Tembus 600 Riyal

admin • Senin, 4 Mei 2026 | 17:02 WIB
TARIF TINGGI: Jasa pendorong kursi roda resmi Masjidil Haram mengantarkan Jamaah Haji Indonesia kembali ke terminal Syib Amir Makkah, Sabtu (2/5). (Media Center Haji 2026)
TARIF TINGGI: Jasa pendorong kursi roda resmi Masjidil Haram mengantarkan Jamaah Haji Indonesia kembali ke terminal Syib Amir Makkah, Sabtu (2/5). (Media Center Haji 2026)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JAKARTA - Jelang puncak haji, tarif Jasa pendorong kursi roda jemaah haji berpotensi naik signifikan. Jemaah haji Indonesia diimbau menyiapkan dana ekstra untuk mengantisipasi kenaikan harga tersebut.

Pasalnya, di lapangan tarif jasa pendorong kursi roda bisa tembus 600 Riyal atau Rp2,5 juta. Kondisi tersebut tidak lepas dari makin banyaknya jemaah haji dari seluruh dunia yang merapat ke Makkah, dan memadati Masjidil Haram baik di area Tawaf maupun Sa’i.

Bila di awal musim haji tarif jasa pendorong kursi roda hanya 250 riyal, bahkan bisa 100 riyal, maka saat permintaan meningkat hukum pasar akan berlaku. Bila tak didampingi petugas, jemaah berpotensi tidak punya daya tawar meski terhadap jasa pendorong resmi dari Masjidil haram.

Mereka berpotensi digetok harga tinggi oleh jasa pendorong resmi dan tidak mau ditawar. “Semakin dekat hajian sampai 500-600 Riyal, dan mereka itu kadang-kadang tidak mau lagi ditawar,” terang Kepala Seksi PKP2JH, Lansia dan Disabilitas Daker Makkah PPIH Arab Saudi 2026, dr Ridwan Siswanto.

Untuk mengunci harga agar tetap di batas rasional, pihaknya meminta jemaah menggunakan Kartu Kendali yang dikoordinir dari terminal bus. Melalui skema ini, tarif jasa pendorong resmi masih bisa dinegosiasikan oleh petugas di angka 250 hingga 350 Riyal sebelum jemaah berangkat beribadah.

Kesepakatan harga tersebut amat dipengaruhi oleh kontur jalan di masing-masing terminal bus. Tarif di Terminal Jabal Ka'bah cenderung lebih mahal sekitar 50 Riyal karena medannya yang menanjak. “Kalau dari Terminal Jabal Ka'bah agak lebih berat lah dorong jemaahnya, sedangkan Ajyad lebih murah karena konturnya datar,” imbuhnya.

Selangi negosiasi oleh petugas, jemaah diminta menyiapkan uang Riyal dengan jumlah pas. Pendorong resmi akan menolak pembayaran dalam bentuk Rupiah.

Editor : Arief
#haji