Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lawatan Prabowo ke Jepang, Klaim Amankan Investasi Baru Rp380 Triliun

admin • Sabtu, 4 April 2026 | 13:54 WIB
MEMBUAHKAN HASIL: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. Pemerintah mengklaim berhasil mengamankan komitmen investasi baru Rp380 Triliun. (Kementerian Investasi)
MEMBUAHKAN HASIL: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. Pemerintah mengklaim berhasil mengamankan komitmen investasi baru Rp380 Triliun. (Kementerian Investasi)

JAKARTA - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang membuahkan hasil signifikan. Pemerintah Indonesia mengklaim berhasil mengamankan komitmen investasi baru senilai USD 23,6 miliar atau setara sekitar Rp380 triliun.

Komitmen tersebut memperkuat tren positif investasi Jepang di Indonesia sepanjang periode 2021–2025, realisasi investasinya tercatat mencapai USD 17,1 miliar dengan rata-rata pertumbuhan 13,2 persen. Investasi itu juga menyerap 278.887 tenaga kerja dan menempatkan Jepang sebagai investor terbesar kelima di Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyebut, tambahan komitmen investasi tersebut akan berdampak luas bagi perekonomian nasional.

“Di Jepang kita berhasil mendapatkan komitmen investasi kurang lebih USD 23,6 miliar. Jadi pada intinya, investasi itu akan terus berjalan dan akan memberikan dampak yang positif pada perekonomian nasional,” kata Rosan dalam keterangannya, Kamis (2/4).

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga menggelar pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan besar Jepang. Presiden Prabowo menegaskan, hubungan ekonomi Indonesia–Jepang yang telah terjalin lama memiliki peran penting, termasuk dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional sejak era 1960-an.

Pada momen itu, Rosan menyebut, pemerintah juga menyerap berbagai masukan dari pelaku usaha Jepang terkait iklim investasi di Tanah Air. Sejumlah perusahaan Jepang menyampaikan komitmen pengembangan proyek strategis di berbagai sektor.

Tokyo Gas, misalnya, menjalin kerja sama dengan PLN untuk mempercepat proyek gasifikasi pembangkit listrik di Indonesia Timur berbasis LNG yang lebih ramah lingkungan. Kemudian Mitsui & Co. melanjutkan kontribusinya di berbagai proyek besar, mulai dari pembangkit listrik Paiton, proyek pupuk dan amonia bersama PT Pupuk Indonesia, hingga dukungan pada pengembangan MRT Jakarta dan proyek LNG Tangguh.

Ke depan, perusahaan ini juga membidik sektor ekonomi digital, real estate, ritel, dan makanan. Di sektor otomotif, Toyota Motor Corporation menegaskan komitmennya melalui strategi “multiple pathway” dengan pengembangan kendaraan ramah lingkungan, seperti LCGC, hybrid EV, baterai EV, hingga mesin berbahan bakar campuran E10 dan E20. Selama lebih dari lima dekade berinvestasi di Indonesia, Toyota telah mendukung penyerapan sekitar 360 ribu tenaga kerja dari 1.700 perusahaan dalam rantai pasok.

Sementara itu, Itochu Corporation terlibat dalam proyek pembangkit listrik 2 GW di Jawa Tengah dan proyek geothermal Sarulla berkapasitas 300 MW. Perusahaan membutuhkan dukungan Pemerintah terkait peningkatan kapasitas sehingga ke depan berpotensi untuk perluasan proyek geothermal. 

“Adapun INPEX Corporation melanjutkan pengembangan Proyek LNG Abadi di Blok Masela yang kini memasuki tahap desain teknik (FEED) serta penyelesaian kompensasi masyarakat sebelum rencana groundbreaking dilakukan,” tandasnya. (jp/az/mof)

 

Editor : Arief
#Prabowo Subianto