Semangat Tanpa Batas: Dua Mahasiswa Difabel ULM Ukir Prestasi dari Kancah Lokal hingga Nasional

Nurhidayat • Dipublikasikan Sabtu, 4 April 2026 | 12:04 WIB
BANGGA: Mutiara Ramadhani (kanan) saat menerima penghargaan sebagai Juara 2 Tartil Sensorik Netra Putri pada PTQ RRI 2026.
BANGGA: Mutiara Ramadhani (kanan) saat menerima penghargaan sebagai Juara 2 Tartil Sensorik Netra Putri pada PTQ RRI 2026.

 BANJARMASIN – Di tengah rutinitas perkuliahan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), sejumlah mahasiswa difabel menunjukkan capaian yang patut dicatat. Hingga 2026, ada 70 mahasiswa difabel yang aktif menempuh pendidikan di berbagai fakultas. Dari jumlah itu, dua di antaranya, yaitu Mutiara Ramadhani dan Alexander Dwiki Hermawan, menonjol lewat prestasi akademik dan nonakademik, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Mutiara merupakan mahasiswi Program Studi Kebutuhan Khusus FKIP ULM. Berasal dari Balikpapan dan tinggal di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Banjarmasin, ia membagi waktunya antara kuliah dan menghafal Al-Qur’an. Hingga kini, 15 juz telah ia kuasai. Ketekunan itu mengantarkan Mutiara meraih Juara 2 Tartil Sensorik Netra Putri pada Pekan Tilawatil Quran (PTQ) RRI 2026.

Prestasi lain datang dari rekan satu program studinya, Alexander Dwiki Hermawan. Dengan kondisi low vision, Alex menunjukkan kemampuan di bidang seni dan olahraga. Ia meraih Juara 2 Cipta dan Baca Puisi FLS2N tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, serta sejumlah medali pada cabang atletik: emas lari 100 meter dan 200 meter tunanetra T13 di Peparprov Kandangan 2022, perak lompat jauh T13, dan perunggu lari 400 meter T12 di Peparnas XVII Solo 2024.

MEDALI: Alexander Dwiki Hermawan menunjukkan medali yang ia raih dari Peparnas XVII Solo
MEDALI: Alexander Dwiki Hermawan menunjukkan medali yang ia raih dari Peparnas XVII Solo 

Di sisi akademik, Alex mempertahankan IPK 3,90 dan kini mempersiapkan diri mengikuti pemilihan Mahasiswa Berprestasi Difabel tingkat nasional mewakili ULM.

Apresiasi disampaikan Dr Utomo MPd dari Pusat Pengembangan Pendidikan Inklusif dan Layanan Disabilitas LPMPP ULM. Ia menyebut capaian kedua mahasiswa tersebut sebagai gambaran komitmen ULM dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

“Prestasi ini membanggakan dan kami berharap menjadi dorongan bagi mahasiswa difabel lainnya untuk mengembangkan bakat di bidang masing-masing,” ujarnya.

Kisah Mutiara dan Alex menjadi contoh bagaimana mahasiswa difabel di ULM terus menunjukkan kemampuan dan semangat belajar. Dengan dukungan fasilitas dan lingkungan akademik yang inklusif, ULM mendorong setiap mahasiswa untuk berkembang dan berkontribusi tanpa terhalang kondisi fisik.

Editor : Nurhidayat
mahasiswa berprestasi banjarmasin mahasiswa difabel ULM prestasi nasional