Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Prabowo Undang Tokoh Bangsa, Tak Ada Megawati

admin • Jumat, 6 Maret 2026 | 11:48 WIB

SILATURAHMI: Presiden Prabowo Subianto mengundang para tokoh bangsa dalam rangka memperkuat konsolidasi nasional, serta merespons dinamika global yang semakin kompleks, di Istana Negara, Jakarta, Sela
SILATURAHMI: Presiden Prabowo Subianto mengundang para tokoh bangsa dalam rangka memperkuat konsolidasi nasional, serta merespons dinamika global yang semakin kompleks, di Istana Negara, Jakarta, Sela

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengundang para tokoh bangsa dalam rangka memperkuat konsolidasi nasional, serta merespons dinamika global yang semakin kompleks. Hal itu dilakukan melalui pertemuan lintas generasi pemimpin dan pimpinan partai politik di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/3) malam.

Mereka yang hadir antara lain Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Hadir pula Wakil Presiden ke-13 RI, Ma'ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-11 RI, Boediono. Tak ada Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Dari kalangan dunia usaha, tampak Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Anindya Bakrie, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Widjaja Kamdani, serta Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Akbar Himawan Buchari. Selain itu, turut hadir para mantan Menteri Luar Negeri, para ketua umum partai koalisi, serta sejumlah menteri Kabinet Merah.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, menyatakan bahwa agenda pertemuan malam itu adalah momentum silaturahmi dan kesempatan untuk saling bertukar pandangan yang dibalut dengan kehangatan makan malam bersama.  Makan malam ini merupakan forum silaturahmi kebangsaan sekaligus ruang untuk saling bertukar pandangan dan pengalaman antarpara pemimpin dan tokoh bangsa,  kata Teddy.

Sejumlah isu strategis, termasuk dinamika geopolitik global, turut menjadi bagian dari topik pembahasan. Namun, diskusi berlangsung secara terbuka dan berkembang sesuai dinamika dialog yang mengemuka demi kepentingan masa depan bangsa.

 Presiden berharap pertemuan ini dapat mempererat komunikasi lintas generasi kepemimpinan nasional serta memperkuat persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,  terangnya.

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Bahlil Lahadalia yang turut hadir dalam pertemuan itu mengakatan, Presiden menegaskan pentingnya kesatuan sikap dan kesiapsiagaan nasional guna menjaga stabilitas dan keamanan negara.  Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian global itu bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita,  kata Bahlil.

Ia menegaskan, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah saat ini merupakan wujud kesiapan Indonesia dalam mengantisipasi segala kemungkinan di tengah dinamika global.  Kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan oleh Bapak Presiden, termasuk kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi situasi ini,  ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, menegaskan bahwa keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace (BoP) merupakan pilihan paling realistis dalam merespons dinamika global saat ini.  Beliau menjelaskan pilihan yang memang terberat dari yang ada, namun paling mungkin dilakukan, bukan pilihan yang ideal,  ujar Almuzzammil.

Terkait situasi di Iran dan Israel, ia menyampaikan bahwa Indonesia telah bersikap strategis dan responsif dalam menjaga stabilitas nasional di tengah krisis global. Kesiapan tersebut mencakup penguatan ketahanan pangan dan energi nasional.  Intinya pada pertahanan kita dan kesiapan menghadapi krisis. Beliau menjelaskan tentang persiapan pangan, energi, dan dialog elite kita,  tuturnya

Editor : Arief
#Prabowo Subianto