Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gerakan Rakyat Resmi Jadi Parpol, Posisi Anies Baswedan masih Belum Jelas

admin • Kamis, 5 Maret 2026 | 09:52 WIB

BELUM DIPUTUSKAN: Anies Baswedan saat menghadiri perayaan satu tahun ormas Gerakan Rakyat, akhir Februari lalu. Posisinya belum diputuskan.
BELUM DIPUTUSKAN: Anies Baswedan saat menghadiri perayaan satu tahun ormas Gerakan Rakyat, akhir Februari lalu. Posisinya belum diputuskan.

JAKARTA - Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat resmi menapakkan kaki ke panggung politik praktis. Setelah genap berusia satu tahun pada 27 Februari 2026, kelompok ini bertransformasi menjadi partai politik.

Pertanyaan besar pun muncul di benak publik. Bagaimana nasib Anies Baswedan? Apakah ia otomatis menjadi anggota atau kader partai Gerakan Rakyat ini?

Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid mengungkapkan, hingga kini pihaknya masih fokus dalam proses administrasi untuk menjadi badan hukum partai politik. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar pada Januari lalu.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melengkapi syarat formil sesuai regulasi Kementerian Hukum. “Alhamdulillah kami telah lengkap di 38 (provinsi) dengan SK terakhir yang kita terbitkan adalah SK Dewan Pimpinan Wilayah Sulawesi Utara,” ujar Sahrin.

Secara statistik, syarat kepengurusan di tingkat daerah sudah hampir rampung. Di tingkat Provinsi (DPW) telah terbentuk 100 persen (38 Provinsi). Sementara ditingkat Kabupaten/Kota (DPD) telah melampaui batas minimum 75 persen atau setara 462 daerah. Dan di tingkat Kecamatan telah mencapai 2.346 kecamatan. “Kurang sekitar 800 (Kecamatan) lagi untuk memenuhi syarat 50 persen,” jelasnya.

Mengenai posisi Anies Baswedan di dalam struktur partai, Sahrin memberikan penjelasan terkait susunan organisasi yang sedang dibangun. Hingga saat ini, fokus utama masih pada pemenuhan syarat legalitas di tingkat pusat dan daerah. “Terkait dengan struktur kami belum sampai kepada struktur yang karena kita baru memiliki yang kita sebut dengan struktur teritori,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini pengurus yang didaftarkan baru sebatas elemen yang disyaratkan oleh undang-undang. “Sehingga yang baru kami susun adalah Dewan Pimpinan Pusat dan Mahkamah Partai,” teranganya.

Dalam kesempatan yang sama, Anies Baswedan pun enggan memberikan pernyataan secara tegas perihal bergabung atau tidaknya ia dengan parpol Gerakan Rakyat. Ia hanya memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Gerakan Rakyat selama satu tahun terakhir. Baginya, kekuatan ormas ini terletak pada akarnya yang menjangkau pelosok Indonesia.

“Organisasi kemasyarakatan ini bukan organisasi yang sekedar papan nama di Jakarta. Tetapi memiliki jejaring seluruh wilayah Indonesia. Itu adalah capaian terpenting selama satu tahun terakhir ini,” katanya.

Ia menekankan bahwa perjalanan menuju perubahan dan keadilan masih panjang. Ia melihat Gerakan Rakyat sebagai wadah perjuangan yang tetap utuh meski dinamika politik terus berubah. “Selamat, awalan yang baik tapi bukan akhir. Ini baru awalan. Perjalanan masih panjang, perjalanan masih mendaki,” imbuhnya.

Editor : Arief
#partai politik #Gerakan Rakyat #anies baswedan