JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan. Namun, ada penyesuaian menu dan penyajian makanan, khususnya untuk siswa muslim yang menjalankan ibadah puasa.
”Jadi, nanti kalau makan bergizi di bulan suci Ramadan, bagi siswa yang Islam, yang Muslim, nanti disediakan makanan kering,” terang Zulhas, Sabtu (14/2).
Dengan begitu, makanan tersebut dapat dibawa pulang untuk disantap saat berbuka puasa. Khusus untuk siswa yang mondok di pesantren selama Ramadan, MBG akan diberikan saat waktu berbuka puasa datang, tidak lagi siang hari seperti biasanya. “Kalau di pondok, diberikannya pada waktu buka,” ujarnya.
Lain hal dengan siswa non muslim, Zulhas memastikan bahwa MBG untuk siswa non muslim tetap diberikan siang hari. Demikian pula bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang tidak berpuasa selama Ramadan, mereka tetap mendapat MBG sebagaimana mestinya. “Yang ibu hamil, balita, ibu menyusui, itu tetap tidak ada perubahan. Jadi yang berubah (untuk siswa) yang muslim diberi makanan kering,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa kebutuhan pangan untuk masyarakat selama Ramadan dipastikan sudah aman. “Gerakan Ekonomi Rakyat, 30 persen pertanian, peternak, perikanan harus kita bikin sejahtera. Tiap desa harus ada pusat-pusat perkembangan pertumbuhan ekonomi yaitu kopdes. Jadi, gerakan ekonomi rakyat agar Indonesia itu sesuai dengan cita-cita merdeka, ekonomi Pancasila,” imbuhnya.
Sebelumnya, Zulhas menyampaikan, sebagai menko pangan, dirinya memiliki tanggung jawab untuk mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan. Dia menyatakan bahwa sejak bertugas sebagai menko, dia berhasil membawa Indonesia tidak lagi impor beras. “Tahun 2024, kita impor beras 4 juta lebih. Tahun 2025, kita surplus 4,2 juta, lebih. Jadi, nggak impor satu butir pun, nggak ada lagi,” katanya.
Menurtnya, saat ini pemerintah menargetkan tidak ada lagi petani dan nelayan miskin. Karena saat ini beras sudah surplus, dia menyatakan bahwa kini pemerintah akan fokus meningkatkan kesejahteraan nelayan. Rencananya bakal dibangun 20 ribu hektare tambak, dua ribu desa nelayan, dan semua itu bakal dilengkapi dengan cold storage.
”Jadi, nanti nelayan kalau tidak ada pembeli, ikannya dikasih es. Bisa ditaruh di cold storage tahan 3 bulan, 6 bulan. Sehingga nanti harga ikan akan bagus, naik, diharapkan nelayan-nelayan kita bisa sejahtera,” ujarnya.
Editor : Arief