Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lembaga Baru akan Kelola Dana Umat, Setahun Capai Rp500 Triliun

admin • Senin, 9 Februari 2026 | 19:26 WIB
SAMPAIKAN SAMBUTAN: Presiden Prabowo Subianto saat Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (7/2). (YouTube Setpres)
SAMPAIKAN SAMBUTAN: Presiden Prabowo Subianto saat Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (7/2). (YouTube Setpres)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dana umat di Indonesia bisa menyentuh angka Rp500 triliun per tahun apabila dikelola dengan baik. Maka, pemerintah berniat membentuk lembaga pengelola dana umat (LPDU) agar bisa memaksimalkan pemanfaatannya untuk umat.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Sabtu (7/2). Ia menyebut, dengan kerja sama antara ulama dan umara, Indonesia akan mampu bangkit.

”Kalau tidak salah nanti akan dibentuk lembaga pengelolaan dana umat. Saya diberi laporan oleh menag, kalau dana umat semua dikelola dengan baik, itu bisa jumlahnya minimal 500 triliun (rupiah) satu tahun. Ulama dan umara bersatu, kita akan melihat kebangkitan bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menjanjikan pembangunan kantor baru untuk MUI di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan membangun gedung 40 lantai untuk MUI, organisasi masyarakat (ormas) Islam, dan lembaga-lembaga umat seperti Badan Zakat Nasional (Baznas).

”Saya sebagai presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter (persegi) untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain, termasuk ormas-ormas Islam yang membutuhkan ruangan,” terangnya.

Prabowo menyebut, pembangunan gedung 40 lantai itu merupakan ide yang berasal dari menag. Diceritakannya, beberapa bulan lalu imam besar Masjid Istiqlal tersebut datang dan menyampaikan kepada dirinya bahwa saat ini kantor MUI tidak jelas keberadaannya.

”Ini permintaan Imam Besar (Masjid) Istiqlal Profesor Nasaruddin Umar kepada saya beberapa bulan yang lalu. Permintaan beliau juga sebagai menteri agama,” kata dia.

Dengan pembangunan gedung 40 lantai itu, nanti MUI dan institusi-institusi Islam lainnya akan memiliki kantor di jantung ibu kota Jakarta. Sehingga Bundaran HI ke depan tidak hanya diisi oleh hotel dan mal mewah saja. Ada bangunan baru yang diperuntukkan bagi MUI.

”Nanti kantor institusi-institusi Islam akan berada di jantungnya ibu kota Jakarta ini. Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah, jangan hanya ada mal, nanti akan ada gedung yang akan diperuntukan untuk lembaga-lembaga umat Islam,” jelasnya.

Editor : Arief
#umat #dana #Prabowo Subianto