Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Belasan Petugas Haji Dicopot, Ada yang Palsukan Hasil Medical check Up

admin • Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:31 WIB
JALANI TES: Seleksi petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) tahun 2025 lalu. Belasan calon dicopot saat proses pendidikan dan pelatihan tahun ini.
JALANI TES: Seleksi petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) tahun 2025 lalu. Belasan calon dicopot saat proses pendidikan dan pelatihan tahun ini.

JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap, sebanyak 13 calon petugas haji terpaksa harus dicopot saat proses pendidikan dan pelatihan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi.

“Tadi malam laporan ke saya itu ada 13 orang yang dicopot dari proses diklat,” ujar Dahnil usai pengukuhan PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (30/1).

Ia mengatakan, para peserta yang dicopot ini karena berbagai alasan, seperti indisipliner, pemalsuan absensi, sakit kronis, dan lainnya. Bahkan ada peserta yang memalsukan hasil Medical Check Up (MCU), padahal memiliki penyakit tuberkulosis (TBC).

Ia menegaskan tidak ada perlakuan istimewa bagi mereka yang akan menjadi petugas haji. Seluruh proses pendidikan dan pelatihan harus diikuti secara menyeluruh dan transparan. Mengingat, para petugas ini bakal menjadi garda terdepan dalam melayani tamu-tamu Allah SWT.

“Akhirnya ya, sudah kita mau orang yang siap 20 hari fokus di sini, ikut pelatihan, ikut aturan dan sebagainya. Dan itu semuanya keputusan diambil oleh tim pelatih dari teman-teman TNI dan Polri,” kata Dahnil.

Aturan tersebut tekannya tidak hanya berlaku saat diklat, ketika sudah berangkat ke Tanah Suci juga seluruh petugas haji mesti disiplin dan menjalankan tugas serta fungsinya masing-masing. Apabila abai terhadap pekerjaannya, maka sanksi tegas sudah menanti mereka.

“Ya kami evaluasi, kami akan langsung keluarkan. Jadi ini nanti, kan gini loh, yang publik harus tahu petugas haji ini dibayar loh, mereka digaji. Jadi memang kerjanya meletihkan ya, kalau istilah saya itu bisa 25 jam,” tambahnya.

Sebelumnya, Dahnil Anzar Simanjuntak kembali mengingatkan bahwa fungsi petugas haji adalah memberi pelayanan kepada jamaah, bukan sebatas ikut "nebeng" berhaji. “Kami itu adalah ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji. Karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim,” tekannya.

Para PPIH Arab Saudi telah menjalani pelatihan dan pendidikan selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Selanjutnya mereka akan menjalani diklat secara daring selama 10 hari. Menurut Dahnil, profil para petugas haji tahun ini berbeda-beda latar belakang, mulai dari dokter, aparat keamanan, jurnalis, bahkan profesor hingga akademisi. Semuanya mesti dalam satu bendera sebagai petugas haji.

Editor : Arief
#haji