Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Polemik Intenal NU Diakhiri Islah, Komitmen Fokus Kembali ke Agenda Organisasi

admin • Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:26 WIB
BERI KETERANGA: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat memberi ketarangan perihal polemik internal di tubuh NU. (Jawa Pos).
BERI KETERANGA: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat memberi ketarangan perihal polemik internal di tubuh NU. (Jawa Pos).

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya memastikan polemik internal di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) telah diakhiri melalui kesepakatan islah bersama Rais Aam, KH Miftachul Akhyar.

Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen semua pihak untuk kembali berfokus pada agenda organisasi sesuai hasil Muktamar ke-34 di Lampung. “Kesepakatan islah itu jelas bahwa semua persoalan ditinggalkan, persoalan yang selama ini diributkan ditinggalkan, kembali pada hasil Muktamar Lampung, kemungkinan tetap pada mandataris ke-34 di Lampung bersama-sama mempersiapkan dan memimpin Muktamar berikutnya,” kata Gus Yahya di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (15/1).

Ia menjelaskan, langkah-langkah lanjutan telah dikomunikasikan dengan Rais Aam sebagai bagian dari konsolidasi organisasi. Bahkan, PBNU akan menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) NU yang kesatu abad pada 31 Januari 2006.

“Nah selanjutnya saya sudah berkomunikasi dengan Rais Aam, sudah ada beberapa langkah yang disepakati. Misalnya kita nanti insyaallah 31 Januari nanti akan menyelenggarakan peringatan hari lahir NU yang ke-100 tahun menurut kalender Masehi atau 103 tahun menurut kalender hijriah,” terangnya.

Gus Yahya menegaskan, peringatan harlah tersebut akan dipimpin langsung oleh jajaran tertinggi PBNU sebagai simbol persatuan pasca-islah. “Itu bersama-sama Rais Aam dan saya sebagai ketua umum,” tuturnya.

Selain agenda harlah, PBNU juga akan menyiapkan tahapan menuju Muktamar secara konstitusional. Proses tersebut akan diawali dari rapat-rapat internal hingga forum-forum permusyawaratan resmi di lingkungan NU.

“Kemudian juga akan dilaksanakan prosedur menuju Muktamar, mulai dari rapat-rapat di tingkat PBNU sampai kemudian menggelar forum permusyawaratan sebagai musyawarah nasional alim ulama dan konferensi besar NU,” bebernya.

Ia menambahkan, seluruh materi, waktu, dan tempat Muktamar harus ditetapkan melalui mekanisme musyawarah nasional alim ulama dan konferensi besar NU. “Karena Muktamar itu materinya harus ditetapkan oleh Munas dan Konbes, kemudian waktu dan tempatnya juga harus ditetapkan melalui munas dan Konbes,” pungkasnya.

Editor : Arief
#Nahdlatul Ulama #pbnu