JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh jalur nasional di Aceh kembali fungsional pasca bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Perbaikan kerusakan jalan tuntas pada Kamis (1/1), sehingga jalur darat kini dapat dilalui kembali.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan sebanyak 13 ruas jalan nasional sudah berfungsi, dengan dua di antaranya terhubung melalui jalur alternatif. “Seperti akses Bireuen–Bener Meriah dan Bener Meriah–Aceh Tengah, kini dapat dilalui lewat jembatan Weihni Enang-Enang dan Jamu Ujung,” ujarnya, Jumat (2/1).
Selain itu, ruas Genting Gerbang–Simpang Uning yang sebelumnya terhambat kini terhubung melalui jalur alternatif di Jembatan Titi Merah. Sementara jalur Takengon–Blangkejeren masih dalam proses pemulihan. “Namun jalur Banda Aceh–Medan via timur, Banda Aceh–Nagan Raya hingga Medan via barat, serta Nagan Raya–Takengon sudah terhubung,” jelasnya.
BNPB juga melaporkan perbaikan jembatan rampung 100 persen. Dari total 16 jembatan rusak, 12 sudah fungsional di lokasi eksisting, sementara 4 lainnya berfungsi melalui jalur alternatif, yakni Weihni Enang-Enang, Jamu Ujung, Titi Merah, dan Krueng Beutong.
Adapun titik longsoran yang tercatat sebanyak 361 titik, kini 360 titik telah selesai ditangani atau 99,72 persen. “Tinggal satu titik longsoran yang masih dalam pengerjaan,” kata Muhari.
Menurutnya, pemulihan jalan nasional, jembatan, dan titik longsoran merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. “Mulai dari TNI, Polri, Kementerian PUPR, pemerintah daerah, masyarakat, hingga relawan bahu-membahu mengupayakan pemulihan,” tegasnya.
BNPB optimistis pemulihan pasca bencana akan semakin cepat, terutama di sektor energi, kelistrikan, dan komunikasi di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah. (jp/az/mof)
Editor : Arief