Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sindir 'Meras Si Paling Kerja', Anggota DPR RI Minta Maaf ke Ferry Irwandi

Muhammad Syarafuddin • Kamis, 11 Desember 2025 | 17:58 WIB
INFLUENCER: Youtuber Ferry Irwandi mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Senin (1/9).
INFLUENCER: Youtuber Ferry Irwandi mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Senin (1/9).

JAKARTA - Gerakan masyarakat untuk membantu korban terdampak bencana di Sumatera melalui galang dana yang dilakukan oleh Ferry Irwandi sempat disindir secara terbuka oleh Anggota Komisi I DPR Endipat Wijaya.

Meski tidak menyebut nama, warganet yakin sindiran itu ditujukan kepada Ferry. Belakangan, Ferry menyampaikan bahwa politikus dari Partai Gerindra itu sudah menyampaikan permohonan maaf secara personal.

Melalui akun media sosial Instagram miliknya, Ferry merespons pertanyaan dari warganet ihwal penyaluran bantuan Rp 10 miliar namun "merasa si paling kerja".

Atas sindiran itu, Ferry mengaku sama sekali tidak merasa kesal atau marah. Dia justru bersyukur karena mendapat dukungan yang luar biasa besar dari masyarakat Indonesia. Berkat dukungan itu pula, Ferry merasa tidak perlu merasa kesal atau marah.

"Saya sama sekali tidak merasa amarah dan kesal, berkat dukungan luar biasa kawan-kawan semua, yang masif sekali dan tidak berhenti, gak ada orang yang bisa merasa kesal dan marah ketika mendapatkan dukungan dan support sebesar ini, makasih ya semua," tulis Ferry dalam unggahan tersebut.

Lebih lanjut, Ferry juga menyatakan bahwa anggota dewan yang dimaksud sudah menghubungi dirinya secara personal dan menyampaikan permintaan maaf.

Ferry pun sudah menyampaikan beberapa concern dan kebutuhan yang diperlukan oleh korban terdampak bencana di Sumatra berdasar hasil turun langsung ke lapangan. Dia menekankan bahwa dalam situasi saat ini, tidak ada gunanya memelihara konflik.

"Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf, saya juga menerima itu karena gak ada gunanya juga memelihara konflik di situasi seperti sekarang," imbuhnya.

Ferry pun kembali mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada korban terdampak bencana di Sumatera.

Sebelumnya, Endipat menyinggung aksi penggalangan dana yang viral dan berhasil menghimpun sekitar Rp 10 miliar.

Meski tak menyebut nama, publik meyakini sindiran tertuju pada Ferry Irwandi yang berhasil menghimpun dana publik senilai Rp 10 miliar dalam waktu 24 jam.

Menurut Endipat, angka donasi tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran negara yang telah digelontorkan.

"Orang-orang cuma nyumbang Rp 10 miliar. Negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu, Bu. Jadi yang kayak gitu-gitu, mohon dijadikan perhatian," kata dia saat rapat kerja bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Dia merasa heran bantuan dari masyarakat Indonesia senilai Rp 10 miliar gaungnya lebih terdengar ketimbang kinerja pemerintah.

Menurut dia, minimnya informasi membuat upaya pemerintah dalam penyaluran bantuan yang nilainya mencapai triliunan rupiah tidak terlihat oleh publik.

Karena itu, dalam rapat kerja bersama Kementerian Komdigi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12), dia meminta Komdigi dapat meningkatkan strategi komunikasi publik agar kerja pemerintah tidak tersisih oleh kampanye donasi yang dikelola pihak luar.

"Ke depan Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional dan membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi, sehingga nggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatra, dan lain-lain itu," imbuhnya. (jp/fud)  

Editor : Arief
#dpr #ferry irwandi