Awan panas terdeteksi meluncur sejauh lima kilometer dari puncak sejak pukul 14.30 WIB, memicu aktivasi sirene peringatan dini di kawasan lereng.
Letusan pertama tercatat pada pukul 04.10 WIB dengan kolom abu setinggi 500 meter dari puncak atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Baca Juga: Ayah Cabuli Anak Kandung, Terancam Kebiri Kimia dan Penjara Seumur Hidup
Kolom abu berwarna putih keabu-abuan dengan kepadatan tebal.
Kurang dari satu jam kemudian, tepatnya pukul 05.09 WIB, Gunung Semeru meletus kembali. Kali ini kolom abu naik menjadi 600 meter di atas puncak dan mengarah ke tenggara.
Letusan ketiga terjadi pukul 06.05 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 600 meter.
Baca Juga: SPBU Tabalong Kehabisan Pertamax 4 Hari, Pasokan Depo Pertamina Berkurang Drastis
Sebaran abu mengarah ke tenggara dan selatan, dengan amplitudo seismograf puncak 22 mm yang berlangsung selama 137 detik.
"Awan panas terekam mulai pukul 14.30, saat ini informasi terbaru sudah mencapai 5 kilometer dari puncak," ungkap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, Rabu (19/11/2025).
Tim gabungan petugas tengah melakukan upaya penanggulangan bencana, termasuk memberikan himbauan keselamatan kepada penduduk di wilayah rentan bencana erupsi Gunung Semeru. Sirene peringatan dini bencana telah diaktifkan di kawasan lereng.
Baca Juga: Closing TJSL PLN UPDL Banjarbaru Hadirkan Dampak Nyata bagi Petani
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi sebelumnya tercatat pada 27 Mei 2025.
Saat itu, letusan dimulai sekitar pukul 06.12 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.200 meter di atas permukaan puncak. (*)
Editor : M. Ramli Arisno