Kabar ini disampaikan langsung oleh Wiranto saat menerima pelayat di rumah duka di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur.
Menurut Wiranto, almarhumah selama beberapa waktu dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. Kondisinya sempat menunjukkan perkembangan positif sehingga keluarga memutuskan membawa beliau pulang.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih di Banjarmasin Mangkrak, Gegara Terkendala Akses Pinjaman Modal
“Beberapa waktu terakhir, Ibu memang dirawat di RSPAD. Kondisinya sempat membaik sehingga kami putuskan untuk membawanya pulang,” ujar Wiranto.
Namun perkembangan kesehatan tersebut tidak bertahan lama. Keluarga kemudian membawa Rugaiya ke Bandung untuk menjalani terapi lanjutan dengan harapan kondisinya kembali stabil.
“Setelah menjalani rangkaian terapi, sore tadi pukul 15.55, beliau dipanggil menghadap Allah SWT,” ucapnya dengan suara bergetar.
Petugas keamanan RS Melinda Bandung, Mamat, membenarkan bahwa almarhumah dirawat di rumah sakit tersebut sekitar lima hari sebelum meninggal dunia.
“Istri Pak Wiranto sebelumnya dirawat sekitar lima hari di RS Melinda, dan tadi sore meninggal dunia,” tuturnya saat ditemui pada Minggu malam.
Selama proses perawatan di dua kota, pihak keluarga bersama tim medis telah mengupayakan langkah terbaik.
Baca Juga: Menengok Tren Kopi Gerobakan di Banjarbaru, Rasa Tak Kalah dengan Kafe Mewah
Rugaiya Usman menjalani serangkaian terapi dan pengobatan intensif, sesuai rekomendasi dokter. Namun upaya tersebut tidak mampu membendung ketentuan Tuhan.
Wiranto menyampaikan bahwa keluarga telah berusaha semaksimal mungkin demi kesembuhan almarhumah.
“Kami sudah berikhtiar. Tetapi Allah SWT berkehendak lain,” ujarnya.
Baca Juga: Berusia Ratusan Tahun, Inilah Bedug Pusaka di Mesjid Banua Lawas Tabalong
Ia menuturkan bahwa keluarga besar mendampingi Rugaiya hingga napas terakhirnya, sebagai bentuk penghormatan dan cinta di akhir perjalanan hidupnya.
Kepergian Rugaiya Usman meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, kerabat, dan para sahabat.
Hingga Minggu malam, pelayat terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir. (*)
Editor : M. Ramli Arisno