Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid menjelaskan, gempa berjenis tektonik dangkal dan berkaitan langsung dengan aktivitas Sesar Tarakan. Episenter gempa berada di laut, 15 kilometer tenggara Tarakan, pada kedalaman 5 kilometer.
"Jenis gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Tarakan," ungkapnya dalam rilis BMKG Kaltim, Jumat (7/11/2025) pagi.
Guncangan gempa dirasakan masyarakat di Kota Tarakan dengan intensitas II-III MMI, atau getaran terasa jelas di dalam rumah seperti ada truk besar yang melintas. "Namun hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan bangunan," imbuhnya.
Gempa M2,8 ini merupakan lanjutan dari gempa utama berkekuatan M4,8 yang terjadi pada Rabu (5/11/2025) pukul 17.37 Wita. Sejak kejadian tersebut, aktivitas gempa susulan terus terpantau.
"Hingga Jumat pukul 06.45 Wita, ada tujuh gempa susulan (aftershock) yang terdeteksi," bebernya.
Yang menjadi perhatian adalah pergerakan titik episenter yang makin mendekati daratan Tarakan. Gempa utama M4,8 pada 5 November pukul 17.13 Wita berlokasi di laut, 24 km tenggara Tarakan, kedalaman 10 km.
Gempa susulan pertama berkekuatan M2,7 pada 5 November pukul 22.21 Wita. Episenternya berlokasi di laut, 18 km tenggara Tarakan, kedalaman 3 km.
Sedangkan gempa susulan ketujuh berkekuatan M2,8 pukul 05.28 Wita hari ini berlokasi di laut, 15 km tenggara Tarakan, kedalaman 5 km. Data tersebut menunjukkan pergerakan episenter dari 24 km menjadi 18 km, lalu menjadi 15 km.
BMKG meminta masyarakat tetap waspada namun tidak mudah terprovokasi isu tak berdasar. "Kami mengimbau agar warga memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali masuk ke dalam rumah, terutama jika terdapat retakan," katanya.
Seluruh informasi resmi hanya dapat diakses melalui kanal BMKG, termasuk situs bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan akun media sosial resmi @infoBMKG. (*)
Editor : M. Ramli Arisno