Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kader Golkar Laporkan Meme, Tapi Bahlil Tak Tahu

Muhammad Syarafuddin • Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:59 WIB
KETUM GOLKAR: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dan perwakilan SPBU swasta memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan SP
KETUM GOLKAR: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dan perwakilan SPBU swasta memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan SP

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengaku tak tahu menahu perihal adanya kader Golkar yang melaporkan sejumlah akun media sosial yang menyerang dan menyebar meme dirinya. Hal ini disampaikannya pada saat acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (20/10).

"Saya enggak tahu, nanti cek saja di sana ya," kata Bahlil.

Sementara itu, Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) telah melaporkan sejumlah akun media sosial ke Direktorat Siber Polda Metro Jaya.

Langkah ini diambil setelah diduga beberapa akun membuat unggahan yang bermuatan penghinaan terhadap Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Dewan Pembina AMPG, Bahlil Lahadalia.

"Akun-akun tersebut dengan konten-kontennya diduga telah melakukan hal-hal sebagaimana diatur dalam Pasal 27, Pasal 28 Undang-Undang ITE, serta Pasal 310 KUHP," kata Wakil Ketua Umum AMPG Sedek Bahta di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/10).

Menurut Sedek, pelaporan dilakukan karena unggahan-unggahan tersebut tidak lagi berbentuk kritik, melainkan sudah mengarah pada serangan pribadi terhadap Bahlil.

Ia memastikan AMPG sebelumnya telah berupaya menyelesaikan persoalan secara baik-baik dengan melayangkan somasi kepada sejumlah akun tersebut. Namun, somasi itu tidak mendapat respons memuaskan.

"Siapa pun boleh mengkritik, tapi kritik harus dilandasi etika. Kalau sudah menyerang pribadi, kehormatan, atau ras seseorang, itu bukan kritik," tuturnya.

Terpisah, langkah serupa juga dilayangkan Organisasi Relawan Pilar 08 terkait dugaan penghinaan kepada Bahlil Lahadalia. Pelaporan ini dilakukan pihak Relawan Pilar 08 ke Bareskrim Mabes Polri.

"Berdasarkan pantauan PILAR 08, ditemukan beberapa akun buzzer dengan pola yang masif penyebaran konten terkoordinasi yang berisi informasi palsu/ sesat dengan mengedit foto dan video dalam bentuk meme bersifat kebencian menggunakan bahasa provokatif dirancang untuk memancing kemarahan publik serta pembunuhan karakter," kata Sekjen Pilar 08, Arianto Burhan Makka kepada wartawan.

Editor : Arief
#bahlil lahadalia #Golkar