Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Polemik Rencana Perbaikan Ponpes Al Khonziny Pakai Dana APBN, Cak Imin : Yang Protes, Apa Solusi Anda?

Muhammad Syarafuddin • Kamis, 16 Oktober 2025 | 22:45 WIB
RERUNTUHAN: Bangunan empat lantai yang ambruk di Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9).
RERUNTUHAN: Bangunan empat lantai yang ambruk di Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bersikukuh perbaikan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny sidoarjo yang ambruk akan menggunakan anggaran APBN.

Ia menyebut, langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin kenyamanan para santri dalam menuntut ilmu.

"Pondok Pesantren Al Khoziny ini layak dibantu APBN karena ya jumlah santrinya 1.900. Mau sekolah di mana? Mau dibiarkan di tenda? Pemerintah mau diam saja? Nanti kalau kita tidak melakukan sesuatu, marah juga, kan aneh ya. Makanya itu harus menjadi kesadaran kita bersama," kata Cak Imin di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (14/10).

Cak Imin merasa heran dengan pihak-pihak yang mengkritik keputusan pemerintah menggunakan APBN untuk membantu pesantren tersebut.

Ia menilai, kritik semacam itu justru mengabaikan tanggung jawab sosial negara terhadap dunia pendidikan, khususnya lembaga pesantren.

"Kepada teman-teman yang memprotes penggunaan APBN, apa solusi anda? Kepada DPR yang ada satu dua orang yang memprotes, apa solusi Anda?" tegas Ketua Umum PKB itu.

Cak Imin menegaskan, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tidak banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Karena itu, ia menegaskan kehadiran negara sangat penting bagi kemajuan pesantren.

"Inisiatif masyarakat amat sangat lebih penting dan amat sangat kita butuhkan. Karena tentu saja anggaran negara amat terbatas, inisiatif masyarakat untuk tumbuh dan berkembangnya penyelenggaraan pendidikan, tugas pemerintah menegakkan, menjaga mengawal, mengawasi agar tidak terjadi lagi itu," pungkasnya.

Pakai Anggaran KemenPU

Sebelumnya, pemerintah berencana melakukan pembangunan ulang terhadap gedung Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo yang ambruk.

Pembangunannya akan menggunakan dana APBN di pos anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Insya Allah cuma dari APBN ya," kata Menteri PU Dody Hanggodo di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (9/10).

Meski begitu, Dody tidak menutup kemungkinan bahwa pembangunan ponpes yang ambruk dan memakan puluhan korban jiwa itu akan dibangun dengan menggandeng swasta.

"Tidak menutup kemungkinan, nanti kalau ada bantuan dari swasta, kita pasti akan lakukan. Cuma sementara waktu dari APBN," lanjutnya.

Dody juga menyebut bahwa pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny juga bisa menggunakan alokasi anggaran yang ada di Kementerian Agama.

Namun, mengingat insiden ambruknya Ponpes Al Khoziny masuk dalam darurat nasional, maka pembiayaan dapat diambil dari alokasi anggaran KemenPU.

"Cuma kan ini kondisi darurat, yang di Sidoarjo pasti kita yang masuk," pungkasnya.

Di sisi lain, KemenPU juga membuka jalur hotline khusus 158 untuk masyarakat atau pengelola pondok pesantren yang ingin berkonsultasi terkait keandalan bangunan gedung.

58 Jenazah Teridentifikasi

Sementara itu, hingga hari ke-16 pasca tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Selasa (14/10), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 58 jenazah korban.

"Sampai dengan hari ini tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 58 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima. Masih ada 5 kantong jenazah di kamar jenazah RS Bhayangkara," ujar Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.

Editor : Arief
#muhaimin iskandar #Pesantren #apbn