Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Anggota TNI Jatuh dari Tank Marader, Dapat Santunan dan Kenaikan Pangkat

Sutrisno • Rabu, 8 Oktober 2025 | 20:47 WIB
MEMERIKSA: Presiden Prabowo Subianto memeriksa pasukan saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monas, Jakarta, Minggu (5/10).
MEMERIKSA: Presiden Prabowo Subianto memeriksa pasukan saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monas, Jakarta, Minggu (5/10).

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin buka suara pasca gugurnya dua prajurit TNI dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI. Sjafrie memastikan bahwa kedua prajurit tersebut mendapat santunan dan kenaikan pangkat anumerta.

Sjafrie menyampaikan hal itu saat diwawancarai oleh awak media di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Jenderal Besar Soedirman pada Selasa (7/10). Dia menyatakan bahwa santunan yang diberikan kepada kedua prajurit tersebut berasal dari PT Asabri.

”Dapat santunan dari Asabri, satu orang untuk keluarga Rp 350 juta dan kenaikan pangkat luar biasa,” kata Sjafrie singkat.

Sebelumnya, pada Sabtu malam (4/10), salah seorang prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) bernama Pratu Johari Alfarizi tewas setelah jatuh dari atas Tank Marder yang sedang diangkut menggunakan transporter. Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (6/10), Panglima Kostrad Letjen TNI M. Fadjar membenarkan peristiwa tersebut.

Letjen Fadjar mengonfirmasi bahwa Pratu Johari Alfarizi mengalami insiden saat pergeseran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang hendak ditunjukkan dalam peringatan HUT ke-80 TNI pada Minggu (5/10).

”Betul (ada insiden), Almarhum Pratu Johari Alfarizi saat bertugas terjatuh dari atas Tank Marder yang sedang diangkut (kendaraan) transporter (dengan) ketinggian sekitar 4 meter dan mengalami patah leher,” ungkap Fadjar.

Perwira tinggi (pati) bintang tiga TNI AD itu menyatakan bahwa jenazah Pratu Johari Alfarizi sudah diterbangkan ke kampung halamannya di Aceh Tenggara untuk dimakamkan secara militer. Selain itu, TNI juga sudah memberikan santunan kepada keluarga prajurit tersebut.

Kemudian, kabar duka datang dari Angkatan Laut, Praka (Mar) Zaenal Mutaqim yang berasal dari Detaseman Intai Para Amfibi 1 Korps Marinir gugur setelah mengalami insiden dalam Presidential Inspection berlangsung di Perairan Teluk Jakarta pada Kamis (2/10). Dia meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.

”TNI Angkatan Laut menyampaikan bahwa salah satu prajurit terbaik kami yaitu Praka (Mar) Zaenal Mutaqim, personel Detasemen Intai Para Amfibi 1 (Den Ipam 1) Korps Marinir telah gugur dalam tugas saat melaksanakan penerjunan Rubber Duck Operations (RDO) dalam rangkaian HUT Ke-80 TNI, yaitu Presidential Inspection,” jelas Tunggul. 

Editor : Arief
#santunan #tni