Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ditemui Gerakan Nurani Bangsa, Prabowo Setujui Pembentukan Tim Reformasi Polri

Muhammad Syarafuddin • Sabtu, 13 September 2025 | 13:46 WIB
KORBAN: Pemakaman ojek online Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak di Jakarta, 29 Agustus 2025. Affan adalah tewas dilindas mobil rantis Brimob.
KORBAN: Pemakaman ojek online Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak di Jakarta, 29 Agustus 2025. Affan adalah tewas dilindas mobil rantis Brimob.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menyetujui pembentukan tim reformasi kepolisian.

Persetujuan itu disampaikan dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9).

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh lintas agama, akademisi, dan masyarakat sipil. Di antaranya Sinta Nuriyah Wahid, Lukman Hakim Saifuddin, Quraish Shihab, Frans Magnis Suseno, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Komaruddin Hidayat, Gomar Gultom, hingga Laode Syarif.

Mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom menyampaikan bahwa usulan GNB mengenai evaluasi dan reformasi kepolisian mendapat sambutan positif dari Presiden Prabowo.

"Disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa, perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh Pak Presiden, akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian," kata Gomar.

Ditambahkannya, pemikiran para tokoh yang tergabung di dalam GNB sejalan dengan gagasan yang sudah lebih dahulu ada dalam konsep kepemimpinan Prabowo.

"Harapan-harapan yang diminta oleh teman-teman itu juga malah sudah dalam konsepnya Bapak Presiden. Jadi istilahnya tadi itu gayung bersambut," ucapnya.

Sementara, mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga menyetujui pembentukan tim investigasi independen pasca gelombang demonstrasi.

Menurutnya, sejumlah isu strategis termasuk tuntutan rakyat yang berisi 17+8 poin turut menjadi pembahasan dalam diskusi tersebut.

Ia menegaskan, pesan-pesan kebangsaan dari mahasiswa, masyarakat sipil, hingga organisasi masyarakat turut menjadi bagian penting dalam pertemuan itu.

"Dan apa yang kami sampaikan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Bahkan beliau membahas secara detail satu persatu, poin demi poin apa yang kami sampaikan," pungkasnya.

Editor : Arief
#polri #reformasi #Prabowo Subianto