Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir Besar Terjang Bali, 14 Meninggal dan 2 Hilang

Muhammad Syarafuddin • Jumat, 12 September 2025 | 22:50 WIB
EVAKUASI: Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban meninggal dunia pasca banjir menerjang 7 kabupaten dan kota di Bali. (Kantor SAR Denpasar)
EVAKUASI: Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban meninggal dunia pasca banjir menerjang 7 kabupaten dan kota di Bali. (Kantor SAR Denpasar)

JAKARTA - Banjir yang memakan korban jiwa di Bali terus ditangani. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 600 petugas untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban. Hingga kemarin jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 jiwa dan 2 orang masih dalam pencarian. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memimpin rapat koordinasi dan meninjau lokasi terdampak di Bali pada Rabu (10/9).

Suharyanto menyatakan bencana banjir kali ini disebabkan oleh Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin. Yang memicu hujan dengan intensitas lebat membuat air sungai meluap. Walau situasi terkini, ketinggian debit air beberapa sungai mulai normal.

"Kondisi per Rabu malam jam 21.00 WITA tinggi muka air di sungai-sungai sudah kembali normal. Banjir ini disebabkan curah hujan yang sangat tinggi," ujarnya di Gedung Jaya Sabha.

Banjir tersebut menelan korban jiwa. Hingga saat ini jumlahnya mencapai 14 orang meninggal dunia. "Yang hilang 2 orang. Dilakukan pencarian tim gabungan sampai jam 7 malam. Besok pagi dicari lagi oleh tim gabungan," paparnya.

"Tim gabungan berkisar 400 sampai 600 orang, akan terus berupaya melakukan pencarian korban hilang, dibarengi dengan melakukan pembersihan," terangnya.

"Atas perintah Pak Presiden, beliau memerintahkan kepada saya untuk secepat mungkin menemukan korban yang hilang. Kemudian yang mengungsi, kebutuhan dasarnya jangan berkurang," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari menuturkan sejumlah warga mengungsi di beberapa titik pos pengungsian.

BPBD Bali menginformasikan 562 warga mengungsi, dengan rincian 327 warga di Kabupaten Jembrana dan 235 warga di Kota Denpasar. Fasilitas umum, seperti sekolah, balai desa, musala dan banjar dimanfaatkan sebagai pos pengungsian sementara.

Dia menjelaskan, sebanyak tujuh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bali yang terdampak bencana banjir dan longsor. BPBD mencatat terdapat 120 titik banjir yang menerjang tujuh wilayah administrasi kabupaten dan kota.

Jumlah paling tinggi wilayah terdampak banjir berada di Kota Denpasar dengan 81 titik. Sedangkan di Kabupaten Gianyar terdapat 14 titik, di Kabupaten Badung 12 titik, Kabupaten Tabanan 8 titik, Kabupaten Karangasem dan Jembrana masing-masing 4 titik. Di Kabupaten Klungkung, banjir berdampak di Kecamatan Dawan.

"Sedangkan tanah longsor, sebanyak 12 titik terdapat di Karangasem, 5 titik di Gianyar dan satu titik di Badung," urainya.

Editor : Arief
#Banjir #bali #bencana #bnpb