Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kisah Tragis Hidup Affan Kurniawan, Dikeluarkan Dari Sekolah karena Tak Mampu Membayar

Muhammad Syarafuddin • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 22:04 WIB
BERDUKA: Keluarga pengemudi ojek online Affan Kurniawan menaburkan bunga di TPU Karet Bivak di Jakarta, Jumat (29/8).
BERDUKA: Keluarga pengemudi ojek online Affan Kurniawan menaburkan bunga di TPU Karet Bivak di Jakarta, Jumat (29/8).

JAKARTA - Affan Kurniawan, 21, driver ojek online yang tewas dilindas mobil Brimob ternyata telah putus sekolah sejak kelas 1 SMK karena keterbatasan ekonomi.

Affan tewas saat terjebak dalam aksi demonstrasi di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).

"Ya sebenarnya ini udah lima, enam tahun (ngojek). Udah nggak sekolah lagi. Karena pernah masuk di SMK, di sini kan nggak kuat bayar, dikeluarin sama sekolahnya," ujar kakek Affan, Fachrudin (73) kepada wartawan, Jumat (29/8).

Ia menyebut bahwa Affan di-dropped out sekolah sejak kelas 1 SMK karena tidak mampu membayar biaya sekolah. Setelah itu, pemuda itu mencari penghasilan dengan menjadi driver ojol.

"Iya, di-DO sama sekolahnya karena nggak mampu bayar," ucapnya. "Yang jelas cuma punya ijazah SMP," sambung Fachrudin.

Setelahnya, Affan hanya fokus bekerja dan membantu keluarganya yang masih memiliki adik perempuan bernama Wulan. Termasuk membantu penghasilan keluarga karena sang ayah sudah tak bekerja.

"Membantu ekonomi keluarga. Karena masih punya adik, yang namanya Wulan. Satu-satunya perempuan. Almarhum nih, tengah-tengah yang nomor 2. Tiga bersaudara," pungkasnya.

Sebelumnya, aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR RI berakhir ricuh. Saat kericuhan, seorang pengemudi ojol ditabrak dan dilindas kendaraan taktis Brimob.

Video itu pun viral dan memicu kemarahan publik. Apalagi setelahnya beredar video lain yang menunjukkan sejumlah massa mengejar mobil rantis yang diduga habis menabrak ojol.

Selesai Antar Pesanan

Affan bukan merupakan massa aksi demonstrasi di DPR RI, Kamis (28/8). Saat kejadian, ia tengah bekerja seperti biasa mengantarkan pesanan customer.

Saat itu, ia mengatakan bahwa Affan sudah selesai mengantarkan pesanan customer-nya. Hanya saja, saat akan ke tujuan berikutnya situasi di Jalan Pejompongan sudah chaos dan terjebak di dalamnya.

"Pas begitu dia keluar, itu udah nggak bisa keluar lagi, kejebak. Bahkan dia udah ke pinggir, gitu. Nah pas ibu-ibu dari dalam kena semprotan gas air mata, pada lari keluar, nah bereaksi lah," tutur Fachrudin.

Saat itu, para demonstran semakin beringas karena tak terima dengan perlakuan aparat kepolisian. Mobil Brimob pun kemudian melaju kencang lari dari massa sambil berupaya membubarkan.

"Nah, itu lah ketabrak lah," pungkas Fachrudin.

Tiga Jenderal Minta Maaf

Kematian Affan Kurniawan akibat dilindas mobil Brimob Polri membuat tiga orang jenderal polisi menyampaikan permohonan maaf. Ucapan tersebut disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, dan Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim.

Namun, permohonan maaf Kapolda Metro Jaya rupanya tak mampu mendinginkan emosi rekan-rekan Affan. Irjen Asep Edi Suheri yang hadir untuk ikut tabur bunga justru dikejar dan diteriaki "pembunuh" oleh sejumlah ojol yang tampak emosi atas tewasnya rekan mereka.

Terlihat beberapa botol sempat dilempar ke arah rombongan polisi, sementara massa semakin beringas mengekspresikan kemarahan mereka. Kendati begitu, Kapolda akhirnya bisa keluar dari area pemakaman dengan pengawalan ketat menggunakan kendaraan dinas berwarna hitam. 

Editor : Arief
#ojol #Affan Kurniawan #Demo