Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Demo di Gedung DPR RI Ricuh, Gas Air Mata Dibalas Petasan

Muhammad Syarafuddin • Selasa, 26 Agustus 2025 | 20:17 WIB
GAS AIR MATA: Demo 25 Agustus di kawasan gedung DPR rusuh, massa bentrok dengan petugas. Polisi menghalau massa dengan menyemprotkan air dan menembakkan gas air mata.
GAS AIR MATA: Demo 25 Agustus di kawasan gedung DPR rusuh, massa bentrok dengan petugas. Polisi menghalau massa dengan menyemprotkan air dan menembakkan gas air mata.

JAKARTA - Demonstrasi 25 Agustus di Gedung DPR/ MPR RI berujung ricuh. Tembakan gas air mata tak lagi terhitung ditembakkan ke arah massa aksi di jalan yang berada fly over di Jl Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat.

Pantauan Jawa Pos, sekitar pukul 14.30 WIB massa aksi sudah dilarang menuju depan gedung DPR/MPR oleh aparat kepolisian.

Mereka ditahan tepat di bawah flyover. Ratusan massa aksi itu pun terus menyuarakan aspirasi mereka sambil mengibarkan bendera One Piece.

Bentrokan pecah sekitar pukul 16.00 WIB, ketika aparat kepolisian memaksa mundur massa. Berbekal tameng, tongkat hingga gas air mata, polisi membubarkan paksa massa aksi. Kendaraan lapis baja milik polisi pun turut mengawal di belakang barisan. Sejumlah massa pun ikut ditangkap aparat.

Tak lama massa membubarkan diri, sejumlah aparat yang tengah istirahat dan bersiaga dikagetkan dengan sejumlah lemparan petasan asap dari atas flyover maupun seberang tol dalam kota.

Selain itu, mereka juga menembakkan petasan kembang api hingga melemparkan balik peluru gas air mata diarahkan ke polisi.

Hal itu membuat aparat kembali dalam posisi siaga. Massa pun kembali mundur setelah melemparkan petasan asap itu.

Tuntutan Demo 25 Agustus 2025

Menurut akun Instagram @gejayanmemanggil, aksi ini mengusung sembilan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah dan DPR.

Beberapa di antaranya menolak kenaikan gaji anggota DPR, menuntut transparansi penggunaan uang rakyat, hingga menyerukan turunnya Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Daftar tuntutan massa adalah turunkan Prabowo-Gibran, bubarkan Kabinet Merah-Putih, bubarkan DPR, gagalkan proyek penulisan sejarah Indonesia, tangkap dan adili Fadli Zon karena tidak mengakui pemerkosaan massal 1998, tolak RKUHP, transparansi gaji anggota DPR, batalkan kebijakan tunjangan rumah DPR, dan gagalkan rencana kenaikan gaji DPR.

Polisi Klaim Pengamanan Humanis

Ribuan aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (25/8). Polisi mengklaim pengamanan dilakukan tanpa senjata api dan mengedepankan pendekatan persuasif.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, sebanyak 1.250 personel gabungan Polri, TNI, dan Pemda DKI diturunkan di lokasi aksi.

"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik," ujar Susatyo, Senin (25/8).

Susatyo mengatakan, seluruh perwira telah mengikuti Tactical Wall Game (TWG) dan apel gabungan pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi soal peta kerawanan dan strategi pengamanan yang humanis.

Polisi juga meminta massa aksi tetap menjaga ketertiban. Aksi dilarang merusak fasilitas umum, membakar ban, atau menutup akses jalan.

"Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif," tambahnya.

Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional. Polisi mengimbau masyarakat menghindari kawasan DPR/MPR RI dan menggunakan jalur alternatif selama aksi berlangsung.

"Kami memohon pengertian masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi prioritas kami," kata Susatyo.

Selain itu, Susatyo juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

"Jangan terprovokasi oleh berita negatif. Bijaklah dalam menerima informasi dan tetap jaga persatuan," imbuhnya.

Hingga kini, kondisi di sekitar DPR terpantau aman dan terkendali. Sejumlah massa aksi terlihat sudah mulai mendatangi depan gedung DPR

Editor : Arief
#gas air mata #Demo #ricuh