Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Masyarakat Diminta Waspada, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Selama Agustus 2025

Muhammad Syarafuddin • Selasa, 12 Agustus 2025 | 22:07 WIB
AWAN MENDUNG: BMKG memprediksi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia, warga diminta waspada.
AWAN MENDUNG: BMKG memprediksi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia, warga diminta waspada.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda Indonesia pada Agustus 2025. Hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem terpantau terjadi di berbagai wilayah. Hal itu dapat memicu potensi banjir, longsor, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebutkan curah hujan ekstrem terjadi di sejumlah provinsi. Bengkulu mengalami 160,8 mm/hari pada 1 Agustus, Maluku 203,5 mm/hari pada 3 Agustus, Sumatra Barat 176,5 mm/hari pada 8 Agustus, dan Jawa Barat 254,7 mm/hari pada 9 Agustus.

Hujan sangat lebat juga dilaporkan di Kalimantan Barat, Papua Tengah, Jakarta, Banten, Jambi, Kepulauan Riau, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Tenggara.

"Hujan sangat lebat juga terjadi di Kalimantan Barat, Papua Tengah, Jakarta, Banten, Jambi, Kepulauan Riau, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Tenggara," ujarnya, Senin (11/8).

Kombinasi 5 Fenomena Atmosfer

Menurut Guswanto, peningkatan curah hujan ini dipicu oleh kombinasi fenomena atmosfer. Sedikitnya, terdapat lima fenomena yang terjadi saat ini.

Seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, pengaruh tidak langsung bibit siklon tropis 90S dan 96W, sirkulasi siklonik, serta perlambatan dan pertemuan angin di sekitar Indonesia.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menambahkan, faktor lain yang turut memperparah kondisi adalah Indeks Dipole Mode negatif. Kombinasi faktor ini memicu masifnya pembentukan awan hujan, yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang.

"Ini menandakan adanya aliran massa udara dari Samudra Hindia menuju Indonesia," jelasnya.

Prediksi Cuaca 11–16 Agustus

Berdasarkan analisis BMKG, pada 11–13 Agustus terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Pada 14–16 Agustus: Intensitas hujan menurun, tetapi Bengkulu, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan tetap berpotensi hujan lebat.

Angin kencang berpeluang melanda Aceh, Banten, Jawa Barat, Bali, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

Dampaknya, BMKG mengingatkan curah hujan tinggi dapat mengganggu jadwal panen dan tanam di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatra Selatan. Petani disarankan menghindari lahan rendah yang rawan genangan.

Pariwisata pun terdampak, terutama di destinasi pegunungan, air terjun, dan pantai selatan Jawa-Bali. Wisatawan diminta mewaspadai hujan lebat, kabut tebal, gelombang tinggi, dan angin kencang.

Untuk transportasi darat, waspadai jalan licin dan potensi longsor di wilayah pegunungan. Di laut, gelombang tinggi berpotensi terjadi di Samudra Hindia Barat Sumatra, perairan selatan Jawa-Bali, hingga Lombok-Sumba.

Sektor penerbangan juga perlu waspada terhadap awan Cumulonimbus yang bisa memicu turbulensi. Maskapai disarankan memantau SIGMET dan NOTAM. 

Editor : Arief
#bmkg #cuaca