Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Perang Tarif Trump, DPR Minta Pemerintah Mitigasi

Muhammad Syarafuddin • Senin, 7 April 2025 | 20:22 WIB
LEGISLATOR: Wakil Ketua DPR Adies Kadir.
LEGISLATOR: Wakil Ketua DPR Adies Kadir.

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberlakukan kenaikan tarif impor timbal balik atau Reciprocal Tarrifs. Indonesia sendiri mendapat nilai 32 persen.

Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir mengatakan, perlu adanya upaya koordinatif mitigasi risiko instabilitas keuangan yang mungkin dapat saja terjadi dalam jangka pendek. Oleh karena itu, pemerintah harus mengambil langkah yang jelas dalam upaya pencegahan menekan pelemahan pasar modal hingga pasar valuta asing.

"Misalnya perlunya narasi dan komunikasi atas kebijakan yang sedang ditempuh pemerintah untuk menjaga stabilitas keuangan, untuk memitigasi dan mengurangi reaksi ataupun sentiment negatif yang dapat menekan pelemahan pasar modal (pelemahan harga saham), pasar uang (kekeringan likuiditas dan suku bunga pasar uang antar bank), pasar valuta asing (pelemahan nilai tukar rupiah) dan pasar hutang (kenaikan Yield/Imbal hasil SBN)," kata Adies, Minggu (6/4).

Tidak hanya itu, Adies mendukung respon cepat dan langkah-langkah strategis pemerintah dalam merespon kebijakan tarif resiprokal AS, meningkatkan daya saing, menjaga kepercayaan pelaku pasar dan meningkatkan kualitas iklim investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Misalnya, tepat kiranya, Pemerintah menempuh penguatan kerja sama dagang dan investasi antar negara ASEAN, dan kiranya dapat diperluas lagi pada grup atau kelompok negara dimana Indonesia menjadi anggota seperti BRICS, OECD dan yang lainnya dalam menghadapi berbagai tantangan global," jelasnya.

Di samping itu, kata Adies, semangat dan upaya tetap menjaga dan memelihara hubungan baik dengan negara mitra dagang, termasuk AS, diperlukan diplomasi dan negosiasi dengan Pemerintah AS. Menurutnya, perlu meningkatkan transaksi dagang dan iklim investasi yang lebih berkualitas.

Ia mendukung penuh Intruksi Presiden Prabowo kepada Kabinet Merah Putih untuk menempuh langkah strategis dan perbaikan struktural serta kebijakan Deregulasi yaitu penyederhanaan regulasi serta penghapusan regulasi yang menghambat, khususnya terkait dengan Non-Tariff Barrier.

"Lebih dari itu, kita perlu terus memantau dinamika global yang sedang berlangsung. Kami jugamemandang perlu penyampaian narasi dan komunikasi yang terpadu, konsisten dan berkelanjutan untuk memitigasi, mengurangi ketidakpastian, meredam sentiment negatif dan menepis keraguan baik investor ataupun pelaku pasar," pungkasnya.

Editor : Arief
#dpr #perang dagang #donal trump