Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ketum IPHI: Menjadi Muslim yang Kuat dengan Penghayatan Nilai-Nilai Ajaran Islam

admin • Sabtu, 21 Desember 2024 | 08:59 WIB
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI), Mayjen TNI (Purn) Dr H Ahmad Yani Basuki MSi.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI), Mayjen TNI (Purn) Dr H Ahmad Yani Basuki MSi.

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI), Mayjen TNI (Pur) Dr H Ahmad Yani Basuki MSi, bertindak sebagai khotib dalam salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/12/2024).

Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya menjadi seorang Muslim yang kuat dengan penghayatan mendalam terhadap nilai-nilai ajaran Islam, mengingatkan umat untuk memperkuat iman, menjalankan syariat dengan tulus, dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Di tengah berbagai tantangan hidup, menjadi seorang Muslim yang kuat adalah keharusan. Begitu pentingnya ketakwaan, hingga Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hujurat: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa” (QS. Al-Hujurat: 13),” tegaskan H. Ahmad Yani Basuki.

Pada salat Jum’at yang juga dihadiri oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Ahmad Yani mengingatkan bahwa ketakwaan bukan hanya tentang menjalankan ritual ibadah, namun juga penghayatan yang mendalam terhadap nilai-nilai Islam.

Menurutnya, untuk menjadi seorang Muslim yang kuat, kita harus menghayati dan mengamalkan tiga pokok ajaran Islam: Iman, Islam, dan Ihsan, yang dalam kajian agama dikenal sebagai akidah, syariat, dan akhlak.

Penghayatan Nilai-Nilai Ajaran Islam

“Untuk menjadi Muslim yang kuat, kita harus benar-benar memahami, menghayati, dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam,” tegas Ahmad Yani. Penguatan iman, menurutnya, sangat penting untuk membuka jalan hidup yang lurus. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Al-Hajj (54), “Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.”

Dalam aspek iman, Ahmad Yani menjelaskan, kita harus mengimani rukun iman dengan keyakinan penuh. Iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk menjadi landasan kokoh untuk menjalani kehidupan yang mulia. “Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik” (QS. An-Nahl: 97).

Syariat Islam, yang terdiri dari lima rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji, adalah amalan yang membentuk karakter seorang Muslim. Mayjen Ahmad Yani Basuki menekankan pentingnya menjalankan ibadah dengan penuh ketulusan, karena melalui ibadah-ibadah ini, seseorang dapat membangun ketakwaan dan kekuatan spiritual.

“Dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar” (QS. Al-Ankabut: 45).

Akhlak sebagai Cerminan Kekuatan Islam

Yang tidak kalah pentingnya adalah akhlak, yang merupakan cerminan dari iman dan syariat yang dijalankan. Akhlak yang baik tidak hanya berhubungan dengan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia. Rasulullah SAW menyatakan, “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka Dia melihatmu” (HR. Muslim).

Dengan mengamalkan ketiga pilar—iman, Islam, dan ihsan—seorang Muslim akan menjadi pribadi yang kuat, istiqamah, dan bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Ali Imran (110), “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, selama kamu menyuruh yang makruf, mencegah yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Di akhir khutbah, Ahmad Yani mengingatkan pentingnya kesabaran dan saling tolong-menolong antar sesama umat Islam untuk tetap kuat dalam menghadapi ujian hidup. Kita semua, menurut Ahmad Yani, perlu senantiasa memohon bimbingan dan pertolongan dari Allah SWT.

“Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Amiin YRA,” tutup Ahmad Yani dalam doa penutup khutbah.

Dengan penekanan pada nilai-nilai ajaran Islam yang terintegrasi, khutbah ini mengajak umat Islam untuk terus menguatkan iman, memperkuat amalan, dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari, agar tetap menjadi umat terbaik di sisi Allah SWT.

Editor : Fauzan Ridhani
#PP IPHI #jakarta #Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia #salat jumat #khotib