Meski pernikahan sejatinya merupakan suatu ibadah yang sangat layak dipublikasikan, sampai saat ini Nissa dan Ayus belum mengunggah foto pernikahan mereka di akun media sosial.
Netizen malah menggeruduk unggahan terbaru Nissa Sabyan yang dibuat sekitar 3 hari lalu di akun Instagramnya.
Banyak warganet mengomentari negatif Nissa Sabyan yang disebut-sebut berselingkuh dan dia menjadi pernyebab hancurnya rumah tangga Ayus dengan Ririe Fairus.
"Cinta dan nafsu memang menutup hati nurani, walaupun itu sudah disirami dengan agama. Tetap nafsu pemenangnya. Nissa hebat," kata salah satu netizen di kolom komentar.
"Kalau jadi orang jahat jangan bawa-bawa agama ya Nis, soalnya di Islam enggak ada yang jahat kaya you," timpal netizen lainnya.
"Kirain pada lupa sama kasusnya ni velak*r.. Ternyata komenya banyakan nyebut itu," kata komentar lainnya.
Meski banyak yang negatif, ada juga komentar positif dari pengguna media sosial membela Nissa Sabyan.
Mereka meminta Nissa untuk fokus berkarya tidak usah terlalu menghiraukan komentar orang-orang.
"Tetap berkarya Teh, jangan dengerin fitnah fitnah dan tetap berdakwah dengan lagu-lagumu," saran salah satu netizen.
"Kalau komenmu ternyata salah itu akan jadi fitnah. Fitnah adalah dosa besar dan bisa lebih besar dari apa yang kau fitnahkan. Yaumul hisab menantimu," ujar yang lainnya.
Kabar pernikahan Nissa Sabyan dengan Ayus terkonfirmasi dari keterangan Kepala KUA Pondok Gede Ahmad Sumroni.
Dia mengatakan, Ayus dan Nissa Sabyan telah menikah pada Kamis, 4 Juli 2024 di rumah Nissa Sabyan yang berlokasi di daerah Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.
Menurut Ahmad Sumroni, pernikahan Ayus dan Nissa Sabyan dilaksanakan pada malam hari setelah waktu sholat Isya. Acara pernikahan mereka dilaksanakan secara sederhana.
"Semua unsurnya telah memenuhi syarat, sehingga pernikahan dilaksanakan. Pernikahan mereka sah secara negara sesuai dengan UU perkawinan," ujar Ahmad Sumroni saat ditemui di kantornya, Kamis (21/11).
Ayus menikahi Nissa Sabyan dengan mas kawin berupa cincin emas 3 gram dan uang Rp 200 ribu.
Editor : Sutrisno