Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bangsawan Inggris Terpukau Mangrove Hutan Sosial di Batubara Sumatera Utara

M. Syarifuddin • Rabu, 6 Maret 2024 | 12:36 WIB
Photo
Photo

Batubara, 05/03/2023 – Right Hons ”Zac” Goldsmith bangsawan Inggris – Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Kerajaan Inggris tahun 2019 s.d 2023 melakukan kunjungan kerja ke Indonesia salah satunya ke areal pengelolaan mangrove hutan sosial di Kabupaten Batubara Sumatera Utara. Mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Supriyanto, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan serta Ayu Dewi Utari Sestama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove mendampingi kunjungan kerja Lord Zac ke Hutan Kemasyarakatan Cinta Mangrove Batubara.

Bambang Supriyanto menjelaskan bahwa sebelumnya pada awal 1980-an, areal hutan kemasyarakatan (HKm) Cinta Mangrove awalnya adalah tambak gagal dan bekas tambang pasir kuarsa yang merusak eksosistem mangrove bahkan banyak praktek prostisusi di areal ini. Tahun 2017 kelompok masyarakat mulai menanam mangrove dan pada tahun 2018 kelompok HKm Cinta Mangrove mendapatkan akses kelola legal perhutanan sosial pada kawasan hutan seluas 456 hektar. Azizi sebagai ketua kelompok HKm adalah "local hero" - penggerak rehabilitasi mangrove (pembibitan dan penanaman) hingga menjadi tempat wisata yang viral serta tempat budidaya kepiting, ikan dan udang. Terlebih, perempuan tangguh berkelompok membantu usaha batik eco-print mangrove, madu kelulut, teh mangrove dan produk olahan mangrove lainnya. Azizi menyampaikan, kedepan tidak hanya untuk ekowisata mangrove dan pemanfaatan silvofishery, tapi juga untuk kegiatan edukasi rehabilitasi mangrove bagi masyarakat dan anak sekolah.

Pemulihan ekosistem mangrove ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi para pihak, mulai dari Pemerintah Pusat - Kementerian KLHK, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Dunia Usaha serta tentu saja semangat dan kesadaran kelompok masyarakat itu sendiri ujar Bambang. Kegiatan kolaboratif tersebut dimulai dari pemberian akses kelola, pendampingan, bantuan akses modal, pemasaran, dll.

Zac kagum dan bangga dengan gerakan masyarakat dari pantai terlantar (tambak gagal dan tambang kwarsa) dan tempat prostitusi yang merusak daratan (abrasi) dan banjir rob hingga kini menjadi bentang alam mangrove seluas 456 ha dan dikelola 142 kelompok petani hutan mangrove. "Mangrove adalah ekosistem ajaib, karbon stock nya tinggi dan membawa penghidupan yang lebih baik, tidak hanya bagi manusia tapi juga ekosistem flora dan fauna” ujar Zac. Program perhutanan sosial pada periode 2016 sd 2021 telah mampu menakan tutupan hutan setara 32 juta ton CO2e pada 4,06 juta ha lokasi yang didedikasikan untuk target folu net sink 2030, imbuh Bambang.

Photo
Photo

Zac berujar bahwa mangrove memiliki banyak manfaat, antara lain 1) menyumbang carbon 2) menaikkan keragaman jenis dan 3) alternatif pendapatan (livelihood). Bambang menambahkan bahwa benar, sekarang areal mangrove ini menjadi destinasi ekowisata andalan Kabupaten Batubara dengan berbagai spot selfie yang menarik,  tempat persinggahan burung migrasi yang datang dari belahan bumi utara – wisatawan suka dengan bird watching. Kepiting, ikan dan kerang yang melimpah menjadi sumber pengidupan. Kaum perempuan bergerak untuk usaha batik eco-print, makanan dan minuman. Dengan  6000 orang wisatawan per bulan dan daya beli yang kuat, kelompok ini mendapatkan pendapatan sekitar 300 juta/bulan dari kegiatan pengelolaan magrove perhutanan sosial.  Ketika manfaat telah dirasakan, maka masyarakat menjadi dari gangguan kebakaran hutan  dan pencurian kayu serta penambangan.

Di akhir kegiatan kunjungan Lord Zac dan Bambang melakukan adopsi pohon mangrove dan menyatakan komitmen untuk terus mendukung kelestarian ekosistem mangrove. ”Dari Batubara, Mangrove untuk dunia” tutup Zac.

Narahubung: +628164810830, Bambang Supriyanto – Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK

Editor : Arief
#Hutan