Bukan Takut Nikah, Remaja Takut Tanggung Jawab

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 15:42 WIB
hdgfsdfsy

SOSIALISASI: Duta Genre Banjarmasin, Budianur Saleh saat menyampaikan pandangannya mengenai ketakutan remaja terhadap pernikahan dan tanggung jawab menjadi orang tua.(Foto: Budi untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Menikah bukan sekadar soal cinta dan hidup bersama. Di baliknya ada tanggung jawab besar yang harus dipikul. Hal inilah yang membuat sebagian remaja justru merasa cemas ketika membayangkan kehidupan setelah menikah.

Duta Genre Banjarmasin, Budianur Saleh mengatakan ketakutan remaja terhadap pernikahan tidak selalu berarti mereka takut menikah. Banyak yang sebenarnya khawatir tidak mampu menjalankan berbagai tanggung jawab setelah berumah tangga.

“Banyak dari kalangan mereka yang belum siap. Ketika membayangkan tanggung jawab yang akan ditanggung setelah menikah, muncul rasa takut,” ujarnya.

Menurutnya, tanggung jawab dalam keluarga bukan hanya persoalan finansial. Ada pula tanggung jawab memberikan kasih sayang, memenuhi hak dan kewajiban pasangan, serta memastikan kebutuhan anak terpenuhi.

Terlebih ketika pasangan sudah memiliki anak. Status sebagai orang tua membawa tanggung jawab baru yang membutuhkan kesiapan pengetahuan dan mental.

Karena itu, calon suami maupun calon istri perlu mendapatkan pembekalan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Salah satunya pengetahuan mengenai parenting atau pola pengasuhan anak.

“Calon orang tua penting memiliki pengetahuan parenting yang cukup. Mereka harus memahami bagaimana merawat, mendidik dan memenuhi hak anak,” jelas mahasiswa UIN Antasari tersebut.

Budianur juga menyoroti pentingnya kesehatan mental. Menurutnya, keluarga yang sehat idealnya dibangun oleh dua individu yang juga memiliki kesiapan mental.

Jika kesehatan mental tidak dipersiapkan, persoalan yang dibawa ke dalam rumah tangga berpotensi memengaruhi hubungan pasangan maupun pola pengasuhan anak.

“Keluarga yang sehat lahir dari mental antara kedua individu yang sehat juga,” katanya.

Selain kesiapan mental dan parenting, pemeriksaan kesehatan juga tidak boleh dilewatkan. Calon pasangan perlu mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sebelum menikah.

Pemeriksaan tersebut mencakup kesehatan jasmani maupun kesehatan reproduksi. Menurut Budianur, persiapan kesehatan reproduksi penting karena berkaitan dengan kesiapan memiliki keturunan dan upaya melahirkan generasi yang sehat.

“Bukan hanya kesehatan mental, kesehatan reproduksi dan kesehatan jasmani juga perlu diperiksa sebelum mencoba jenjang pernikahan,” pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
DPPKBPM Banjarmasin kehidupan setelah menikah banjarmasin Duta Genre tanggung jawab