RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Cedera akibat kecelakaan hingga terjatuh menjadi bagian dari kondisi yang dinilai dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Penanganannya kini mendapat dukungan layanan baru di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.
Rumah sakit milik Pemko Banjarmasin itu resmi membuka layanan Poli Ortopedi yang berfokus pada penanganan tulang, otot, serta kondisi lain yang membutuhkan tindakan ortopedi.
Pembukaan layanan tersebut ditandai dengan peresmian Poli Ortopedi dan Laboratorium Patologi Anatomi (PA) oleh Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR, Rabu (23/9/2026).
Direktur Utama RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin dr Fajar Sukma Nan Agung mengatakan, layanan ortopedi memang dibutuhkan untuk menangani berbagai kondisi cedera yang terjadi di masyarakat.
“Memang sangat diperlukan. Karena untuk penanganan kecelakaan dan lainnya, jatuh, memang perlu tindakan ortopedi,” ujar Fajar.
Pada tahap awal, Poli Ortopedi melayani pemeriksaan serta sejumlah tindakan kecil. Kapasitas layanan diperkirakan mencapai 10 hingga 30 pasien dalam sehari.
Tindakan yang dapat dilakukan antara lain penanganan fraktur atau patah tulang dalam kondisi tertentu hingga dislokasi. Termasuk dislokasi rahang yang masih memungkinkan ditangani di layanan tersebut.
Sedangkan untuk tindakan atau operasi besar, pasien tetap diarahkan ke kamar operasi sesuai jadwal dan kebutuhan medis.
Layanan Poli Ortopedi ini juga terbuka bagi pasien umum maupun peserta BPJS Kesehatan.
Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan penanganan ortopedi dapat mengakses layanan tersebut melalui dua skema pembiayaan.
Laboratorium Patologi Anatomi
Selain membuka Poli Ortopedi, RSUD Sultan Suriansyah juga meresmikan Laboratorium Patologi Anatomi (PA).
Layanan tersebut digunakan untuk memeriksa sel atau jaringan guna mengetahui apakah terdapat keganasan atau tidak.
Hasil pemeriksaan kemudian menjadi penunjang diagnosis dokter penanggung jawab pasien.
Pemeriksaan PA dapat mendukung penanganan pasien yang ditangani dokter penyakit dalam, dokter bedah, maupun dokter yang berkaitan dengan penyakit kanker.
Pembukaan kedua layanan tersebut dilakukan bertepatan dengan HUT ke-7 RSUD Sultan Suriansyah.
Pengembangan layanan rumah sakit juga disiapkan untuk tahun berikutnya. Fajar mengatakan, RSUD Sultan Suriansyah menargetkan pembukaan Poli Onkologi pada 2027 untuk memperkuat layanan bagi pasien kanker.
“Ke depannya, kalau untuk tahun 2027, kita mungkin ada Poli Onkologi, poli untuk kanker,” pungkasnya. (van)
Editor : Arief M