Diare Melonjak di Musim Kemarau, Dinkes Banjarbaru Catat Seribu Lebih Kasus

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:38 WIB
Ilustrasi diare. (Foto: Freepik)
Ilustrasi diare. (Foto: Freepik)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Kasus diare di Kota Banjarbaru mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada 1.540 kasus diare sepanjang musim kemarau ini. 

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), angka tersebut terdiri dari 1.485 kasus diare akut dan 55 kasus diare berdarah atau disentri.

Lonjakan tertinggi terjadi pada pekan ke-37. Dalam sepekan, tercatat 228 kasus diare akut dan 11 kasus diare berdarah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, dr. Siti Ningsih mengungkapkan, musim kemarau memang erat kaitannya dengan peningkatan angka diare. "Biasanya berhubungan langsung dengan penurunan kualitas air,” ujarnya, Selasa (22/9). 

Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terserang diare. Namun, Dinkes Banjarbaru masih melakukan penarikan data lebih rinci untuk memetakan kasus berdasarkan kelompok umur maupun wilayah puskesmas.

Dijelaskannya, diare ditandai dengan buang air besar encer sebanyak dua kali atau lebih dalam sehari. Kondisi tersebut dapat disertai mual dan muntah maupun tidak.

Sebagai penanganan awal, masyarakat yang mengalami diare diminta segera mengganti cairan tubuh yang hilang sebelum mendapatkan penanganan di puskesmas atau fasilitas kesehatan.

“Langkah paling utama dari panduan WHO untuk diare adalah pemberian cairan pengganti seperti oralit atau sejenisnya. Selain itu, ada rekomendasi pemberian tablet zinc,” jelasnya.

Namun, jika pasien mengalami mual dan muntah, pemberian zinc dapat ditunda hingga kondisi perut membaik. Yang terpenting, kata dia, kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

Untuk mencegah peningkatan kasus selama musim kemarau, Dinkes Banjarbaru mengimbau masyarakat memperketat penerapan pola hidup bersih dan sehat.

 

Masyarakat diminta rutin mencuci tangan menggunakan sabun, memastikan air minum benar-benar matang dan bersih, serta menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi. (she/al/ris) 

Editor : Arief M
Berita Banjarbaru Dinkes Banjarbaru Diare