RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Sebanyak 48 warga Kabupaten Balangan menjalani operasi katarak gratis yang diselenggarakan oleh PT Adaro Indonesia di pelataran Kantor Kecamatan Juai, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang bertajuk 'Satu Cahaya Berjuta Cerita' ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), PT Adaro Indonesia, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), dan Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan.
Berbeda dari biasanya, tindakan operasi tidak dilakukan di rumah sakit, melainkan menggunakan fasilitas unit mobil kesehatan mata khusus yang dirancang menjadi ruang operasi steril.
Guna memastikan standar medis yang maksimal, pihak penyelenggara mendatangkan tim dokter spesialis dari Pelita Pustaka Indomedika, Jawa Barat. Proses operasi berlangsung efisien dan hanya memakan waktu 10 hingga 15 menit per pasien, bahkan untuk kondisi katarak yang sudah matang.
CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Aan Nurhadi mengatakan program ini menyasar masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Tujuan utamanya adalah untuk memulihkan produktivitas warga yang kerap terkendala mencari nafkah, seperti para petani dan pekebun, akibat gangguan penglihatan.
"Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2003, program ini telah membantu 7.500 penderita katarak. Kami berharap penderita bisa kembali melihat dengan terang dan jelas, sehingga mereka mudah dan nyaman menjalankan aktivitas keseharian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," jelas Aan.
Sebelum tindakan dilakukan, para pasien yang didominasi lansia menjalani skrining ketat, meliputi pengukuran tekanan darah dan observasi fisik mata. Pasien kemudian diberi pembiusan lokal sebelum operasi, serta menjalani observasi pemulihan pasca-tindakan.
Bantuan medis ini dirasakan langsung manfaatnya oleh Maskunah, salah satu pasien asal Desa Halong, Kecamatan Halong. Baginya, ini adalah operasi kedua setelah mata kirinya dioperasi pada dua tahun lalu. Belakangan, katarak kembali menyerang mata kanannya hingga tidak berfungsi sama sekali.

Meski dengan pandangan yang gelap sebelah, Maskunah mengaku selama ini tetap memaksakan diri beraktivitas di kebun demi menyambung hidup.
"Adanya program operasi katarak gratis ini sangat membantu saya. Ini menjadi harapan agar saya bisa kembali memandang dengan jelas dan bekerja di kebun," tutur Maskunah.
Editor : Fauzan Ridhani