Kabut Asap Pekat, Warga Banjarbaru Bisa Akses Oksigen Gratis 24 Jam di PSC, dan Puskesmas Cempaka

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:57 WIB
PERTOLONGAN CEPAT: Petugas Public Safety Centre (PSC) 119 Kota Banjarbaru (rompi putih) memberikan penanganan awal kepada seorang warga yang mengalami gangguan pernapasan (MC banjarbaru untuk radar banjarmasin)
PERTOLONGAN CEPAT: Petugas Public Safety Centre (PSC) 119 Kota Banjarbaru (rompi putih) memberikan penanganan awal kepada seorang warga yang mengalami gangguan pernapasan (MC banjarbaru untuk radar banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU — Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Kesehatan menyiapkan fasilitas Rumah Oksigen sebagai langkah darurat menangani dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎ Fasilitas ini menyediakan oksigen secara gratis bagi warga yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.

‎Langkah tersebut diambil guna memberikan pertolongan pertama secara cepat sebelum pasien membutuhkan penanganan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

‎Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Ani Rusmila, menyatakan bahwa keberadaan Rumah Oksigen disiagakan untuk merespons cepat keluhan masyarakat, terutama kelompok rentan.

‎“Rumah Oksigen ini diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama secara lebih cepat sebelum masyarakat menuju fasilitas kesehatan tingkat lanjut apabila memang diperlukan,” ujar Ani.

‎Untuk memperluas jangkauan layanan, Dinas Kesehatan menginstruksikan seluruh puskesmas di Kota Banjarbaru menyediakan fasilitas serupa sesuai kapasitas masing-masing.

‎Warga yang membutuhkan layanan darurat selama 24 jam dapat mendatangi Rumah Oksigen di Public Safety Center (PSC) Kota Banjarbaru dan Puskesmas Cempaka.

‎ Sementara itu, puskesmas lainnya melayani masyarakat sesuai jam operasional harian.

‎Ani mengimbau warga agar segera memanfaatkan fasilitas ini begitu merasakan keluhan dan tidak menunggu hingga kondisi memburuk.

‎ Selain itu, masyarakat diminta menjaga diri dari paparan asap secara mandiri.

‎“Kepada seluruh masyarakat Kota Banjarbaru, mari cegah paparan asap dengan menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah pada jam-jam rawan, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan minum air yang cukup,” tambahnya.

‎Pemkot Banjarbaru menegaskan bahwa Rumah Oksigen berfungsi sebagai garda pertolongan awal, bukan pengganti penanganan medis lanjutan.

‎ Jika gangguan pernapasan berlanjut atau makin berat, warga diimbau segera merujuk diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Editor : Arif Subekti
menyediakan layanan rumah oksigen gratis pertolongan pertama Pemkot Banjarbaru