‎Pelayanan UGD Puskesmas Sungai Ulin Kurang Responsif! Wali Kota Banjarbaru Turun Tangan

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:01 WIB
CEK: Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby datang langsung menjenguk pasien usai mendapatkan laporan terkait pelayanan di Puskesmas Sungai Ulin.
CEK: Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby datang langsung menjenguk pasien usai mendapatkan laporan terkait pelayanan di Puskesmas Sungai Ulin.

‎RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU — Keluhan masyarakat terkait pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sungai Ulin saat menangani pasien dalam kondisi kritis, mendapat perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru.

Pemkot Banjarbaru langsung menerjunkan tim untuk mengevaluasi pelayanan di Puskesmas tersebut. Pemeriksaan tidak hanya menyasar petugas, tetapi juga kinerja jajaran pimpinan Puskesmas Sungai Ulin.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan milik Pemerintah memberikan pelayanan sesuai standar, terutama ketika berhadapan dengan pasien dalam kondisi darurat.

Wali Kota Instruksikan Evaluasi Menyeluruh

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby menginstruksikan jajaran terkait untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut.

Lisa mengatakan evaluasi melibatkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Kesehatan, hingga jajaran Puskesmas Sungai Ulin.

“Sebelumnya saya sudah menginstruksikan Kepala BKPSDM sebagai urusan manajemen pegawai untuk mengevaluasi kinerja ASN. Selain itu, saya juga meminta Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bidang Pelayanan bersama jajaran untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Puskesmas dan jajarannya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Lisa.

Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk mengetahui secara utuh apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Pemkot Banjarbaru, kata Lisa, tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru tanpa didukung hasil pemeriksaan yang objektif dan terukur.

“Yang akan ditindaklanjuti adalah proses selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi tim,” tegasnya.

Dinkes Minta Maaf dan Perketat Pengawasan

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, dr Ani Rusmila menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pasien dan keluarganya atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Ani mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi dan mengevaluasi pelayanan di Puskesmas Sungai Ulin.

“Setelah kami melakukan evaluasi dan melihat ke lapangan, kami tentu ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pasien dan keluarga. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan media yang telah menyampaikan informasi, serta menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap layanan publik kami,” kata Ani.

Tidak berhenti di Puskesmas Sungai Ulin, Dinkes Banjarbaru akan mengevaluasi kesiapsiagaan pelayanan kegawatdaruratan di seluruh Puskesmas.

Evaluasi akan menyasar sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan petugas, pelaksanaan triase, response time, alur pelayanan pasien gawat darurat, hingga kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Dinas Kesehatan akan melakukan evaluasi terhadap kesiapsiagaan pelayanan kegawatdaruratan di Puskesmas, termasuk ketersediaan dan kesiapan petugas, pelaksanaan triase, response time, alur pelayanan pasien kegawatdaruratan, serta kepatuhan terhadap SOP,” jelas Ani.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

“Ini kami lakukan untuk seluruh puskesmas di Kota Banjarbaru. Kami berharap ke depannya tidak ada lagi hal-hal demikian, dan kami jajaran Dinas Kesehatan beserta Puskesmas bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kota Banjarbaru,” tuturnya.

Kronologi Pasien Kritis Datang ke UGD

Sebelumnya, informasi mengenai pelayanan UGD Puskesmas Sungai Ulin menjadi sorotan setelah seorang pasien dalam kondisi kritis datang untuk mendapatkan pertolongan pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Saat itu, ruang UGD disebut tidak terdapat petugas. Kepala Puskesmas Sungai Ulin, drg Rahmi Sri Nurhayati menjelaskan saat itu kebetulan petugas UGD sedang memberikan pelayanan di klaster lain.

Rahmi mengatakan ketika kejadian berlangsung hanya terdapat satu perawat yang melayani Klaster 3 dewasa. Sementara dokter UGD sedang menangani pasien di Klaster 2 anak dan remaja.

Pengantar pasien yang datang ke loket kemudian segera meminta bantuan. Petugas loket langsung memanggil perawat dan dokter jaga UGD.

Perawat yang berada paling dekat dengan UGD kemudian memberikan pertolongan. Karena pasien sulit dipindahkan dari kendaraan, pemeriksaan tanda-tanda vital dilakukan di dalam mobil.

Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien dalam kondisi koma dan membutuhkan penanganan medis lanjutan di Rumah Sakit.

Puskesmas Sungai Ulin kemudian menyiapkan proses rujukan melalui Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) menuju rumah sakit yang memiliki dokter bedah saraf.

Namun, keluarga pasien lebih dahulu memanggil ambulans relawan dan membawa pasien ke RS Ratu Zalecha.

Kini, evaluasi Pemkot dan Dinkes Banjarbaru menjadi langkah lanjutan untuk memastikan pelayanan kegawatdaruratan di seluruh puskesmas berjalan cepat, tepat, dan sesuai SOP.

Editor : Eddy Hardiyanto
Puskesmas Sungai Ulin ‎Pelayanan UGD dinas kesehatan wali kota banjarbaru Lisa Halaby