Kabut Asap Makin Terasa di Banjarmasin, Kebutuhan Masker Melonjak Dua Kali Lipat

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:47 WIB
PERLU MASKER: Siswa sekolah di Banjarmasin diberikan masker gratis sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap.
PERLU MASKER: Siswa sekolah di Banjarmasin diberikan masker gratis sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Kebutuhan masker di lingkungan pelayanan kesehatan Kota Banjarmasin melonjak tajam sepanjang Agustus 2026.

Hingga 27 Agustus, sebanyak 39.250 lembar masker telah didistribusikan oleh UPTD Instalasi Farmasi Kota (IFK) Banjarmasin. Angka ini meningkat 106,58 persen dibandingkan distribusi pada Juli yang hanya sekitar 19.000 lembar.

Kepala UPTD IFK Banjarmasin Yohana Rusnayuda mengatakan, peningkatan tersebut terlihat dari tingginya permintaan masker dari berbagai unit pelayanan kesehatan dalam sebulan terakhir.

“Untuk pemakaian masker di bulan Agustus ini sampai tanggal 27 sudah mencapai 39.250 lembar, sehingga terjadi peningkatan sekitar 106,58 persen,” kata Yohana, Kamis (28/8/2026).

Ia menegaskan, angka tersebut merupakan jumlah masker yang telah didistribusikan IFK untuk memenuhi kebutuhan berbagai fasilitas dan instansi pelayanan.

Permintaan Naik di Tengah Kabut Asap

Distribusi masker dilakukan untuk memenuhi kebutuhan puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, hingga sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya.

Menurut Yohana, peningkatan permintaan terjadi bersamaan dengan mulai munculnya kabut asap di Banjarmasin dan sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kondisi tersebut membuat kebutuhan perlindungan saluran pernapasan semakin diperhatikan, khususnya bagi petugas yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Dinkes Banjarmasin Yanuar Diansyah mengatakan, pihaknya kini perlu menambah persediaan masker sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap.

Stok yang tersedia sebelumnya, kata Yanuar, sebagian besar memang dialokasikan untuk kebutuhan rutin petugas pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas.

“Masker yang ada sekarang ini untuk rutinitas petugas pelayanan di seluruh puskesmas. Karena kabut asap, makanya kami harus melakukan penambahan masker,” ungkapnya.

Dinkes Minta Bantuan 5.000 Masker

Penambahan stok juga dipersiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat jika kondisi kabut asap semakin parah dan membutuhkan intervensi kesehatan.

Yanuar menyebut, pengadaan tambahan masker akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Untuk memperkuat persediaan, Dinkes Banjarmasin juga telah meminta dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.

“Kami sudah minta bantuan ke Dinkes Provinsi dan dibantu sebanyak 5.000 masker,” katanya.

Obat ISPA Masih Aman

Tak hanya masker, Dinkes Banjarmasin turut memantau ketersediaan obat-obatan untuk menangani pasien dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Yanuar memastikan, untuk sementara stok obat yang dibutuhkan masih mencukupi.

“Insyaallah untuk sementara ini cukup,” pungkasnya

Editor : Eddy Hardiyanto
Kabut Asap banjarmasin Masker