Marak Karhutla di Banjarbaru, Balita Paling Rentan Terserang ISPA

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:49 WIB
KABUT: Kondisi kabut asap di Banjarbaru beberapa waktu lalu. Pekatnya asap membuat kasus ISPA di Banjarbaru meningkat. 
(Foto: SHEILLA FARAZELA/RADAR BANJARMASIN) 
KABUT: Kondisi kabut asap di Banjarbaru beberapa waktu lalu. Pekatnya asap membuat kasus ISPA di Banjarbaru meningkat.  (Foto: SHEILLA FARAZELA/RADAR BANJARMASIN) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Balita menjadi salah satu kelompok usia yang paling banyak tercatat sebagai pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Banjarbaru. Kondisi ini terjadi di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa pekan terakhir.

Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru mencatat pasien usia 1 hingga 4 tahun mendominasi kasus ISPA sepanjang periode peningkatan kasus pada Agustus 2026.

Direktur Utama RSD Idaman Banjarbaru, dr Danny Indrawardhana, mengatakan tren peningkatan kasus mulai terlihat sejak awal Agustus. Jumlah kasus kemudian mencapai titik tertinggi pada pekan kedua bulan tersebut.

"Jadi ada kenaikan kasus sejak minggu ke-29 atau di awal Agustus 2026, dan mencapai puncaknya pada pekan ke-32, dengan jumlah kasus mencapai 76," kata Danny.

Namun, memasuki pekan ke-33, jumlah kasus mulai menunjukkan penurunan. Berdasarkan catatan RSD Idaman, kasus ISPA turun menjadi 56. "Saat ini, menuju minggu ke-33, kasus menurun menjadi 56 kasus," ujarnya.

Danny menegaskan, data tersebut merupakan catatan khusus kasus ISPA yang ditangani di RSD Idaman dan tidak menggambarkan keseluruhan kasus ISPA di Banjarbaru. 

Berdasarkan kelompok usia, pasien ISPA terbanyak berasal dari anak usia 1 hingga 4 tahun dengan proporsi 27,3 persen. Berikutnya, kelompok usia 5 hingga 9 tahun sebesar 21,2 persen dan usia produktif 20 hingga 44 tahun sebesar 19,9 persen.

Sementara berdasarkan jenis kelamin, jumlah pasien ISPA relatif berimbang. Pasien laki-laki tercatat 50,2 persen, sedangkan perempuan 49,8 persen.

Peningkatan kasus ISPA tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya karhutla di Banjarbaru. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru, luas lahan yang terbakar sejak awal tahun hingga 21 Agustus 2026 telah mencapai 981,5 hektare. (she/al/ris) 

Editor : Arief M
Berita Banjarbaru karhutla bayi Kabut Asap ispa