Karhutla Meningkat, Puskesmas dan RSUD Datu Sanggul Siaga Layani Warga

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:38 WIB
SIAGA: Plt Kepala Dinas Kesehatan Tapin Iskandar Kurniawan memastikan fasilitas kesehatan saga layani warga.
Foto Rasidi Fadli 
SIAGA: Plt Kepala Dinas Kesehatan Tapin Iskandar Kurniawan memastikan fasilitas kesehatan saga layani warga. Foto Rasidi Fadli 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap siaga menghadapi potensi gangguan kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Tapin Iskandar Kurniawan mengatakan, puskesmas hingga RSUD Datu Sanggul telah dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya jika paparan asap mulai berdampak terhadap kesehatan warga.

Menurutnya, kesiapan tidak hanya dari sisi tenaga kesehatan dan fasilitas, tetapi juga menyangkut ketersediaan logistik medis.

“Dalam menghadapi dampak karhutla, dinas kesehatan melalui puskesmas dan RSUD siap memberikan layanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Tapin,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Iskandar menyebutkan, persediaan logistik medis di puskesmas maupun RSUD Datu Sanggul masih mencukupi. Termasuk kebutuhan obat-obatan untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan pada saluran pernapasan.

Tak hanya pelayanan di fasilitas kesehatan, petugas puskesmas juga disiapkan untuk turun langsung ke lapangan.

Pelayanan kesehatan keliling akan dilakukan apabila terdapat masyarakat di wilayah terdampak yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan kesehatan.

“Petugas puskesmas juga kami siapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan keliling jika memang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak,” katanya.

Dinkes Tapin juga membuka ruang kolaborasi bersama BPBD, instansi terkait hingga relawan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila dampak karhutla semakin meluas.

Termasuk jika nantinya diperlukan pendirian posko pelayanan kesehatan di lokasi yang terdampak asap.

“Kami akan berkolaborasi dan bekerja sama dalam upaya meminimalisir dampak kesehatan dan juga siap membantu serta berkontribusi dalam pendirian posko pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Di sisi lain, masyarakat diminta ikut melakukan pencegahan. Terutama dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara mulai memburuk.

Penggunaan masker juga dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.

Iskandar mengingatkan masyarakat agar tidak menunda mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami keluhan setelah terpapar asap.

“Segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, mata perih, pusing berat atau nyeri dada setelah terpapar asap,” pungkasnya.

Editor : Arif Subekti
dinas kesehatan kabupaten tapin potensi gangguan Kebakaran Pelayanan Kesehatan