RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Dalam upaya mendorong deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM), Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STIKES ISFI Banjarmasin bergandengan tangan dengan Puskesmas Kayu Tangi menggelar kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Konseling, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman kampus STIKES ISFI Banjarmasin ini menyasar 79 peserta dari kalangan civitas akademika STIKES ISFI, SMK ISFI Banjarmasin hingga Masyarakat sekitar.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sebagai bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang ketiga, dimana diselenggarakan kolaborasi dengan Puskesmas Kayu Tangi. Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat.
Berbeda dari pemeriksaan kesehatan pada umumnya, kegiatan ini mewajibkan seluruh peserta melewati tahap Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) atau konseling bersama tim apoteker dan tenaga kesehatan setelah menerima hasil tes.
Ketua Pelaksana Kegiatan, apt. Anshar Timur Samudra, M Farm menegaskan bahwa lembar hasil pemeriksaan tidak akan berarti banyak tanpa pemahaman dari peserta.
"Kami sengaja merancang agar seluruh peserta wajib melewati meja konseling, bukan hanya menerima kertas hasil. Angka di kertas itu tidak banyak berarti kalau peserta tidak paham maknanya dan apa yang harus dilakukan setelahnya," ujar Anshar.
Pentingnya edukasi ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta, Fitrah Shafran Ilahi. Ia mengaku baru menyadari kondisi kesehatannya setelah mengikuti pemeriksaan ini.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saat melihat hasil pengecekan kolesterol, saya tidak menyangka hasilnya sangat tinggi di atas standar. Lewat edukasi yang diberikan, saya jadi tahu apa yang harus diperbaiki dari gaya hidup saya," ungkap Fitrah.
Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal (silent killer). Oleh karena itu, skrining berkala menjadi krusial agar penanganan dapat dilakukan sebelum timbul komplikasi. Peserta yang memiliki hasil di luar rentang normal langsung diarahkan untuk melakukan pemeriksaan konfirmasi lebih lanjut ke Puskesmas.
Sementara itu, Ketua STIKES ISFI Banjarmasin, apt Erna Prihandiwati S Farm M Farm menyampaikan bahwa kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai sarana edukasi dan praktik pelayanan kefarmasian langsung kepada masyarakat.
"Sebagai institusi pendidikan kesehatan, kami memandang perlu memulai pencegahan dari lingkungan sendiri. Pemeriksaan seperti ini kami harapkan menjadi agenda berkala agar kondisi kesehatan civitas akademika benar-benar terpantau," pungkas Erna.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan Puskesmas ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan deteksi dini kesehatan dapat terus meningkat di lingkungan pendidikan.
Editor : Fauzan Ridhani