ISPA Tembus 6.700 Kasus, Dinkes Kalsel Kerahkan Tim Medis ke Posko Karhutla

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:41 WIB

KABUT ASAP: Dinkes Kalsel ingatkan warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah saat kabut asap pekat, serta mewajibkan penggunaan masker jika harus beraktivitas di luar ruangan.

KABUT ASAP: Dinkes Kalsel ingatkan warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah saat kabut asap pekat, serta mewajibkan penggunaan masker jika harus beraktivitas di luar ruangan.

RADARBANJARMASIN.JAWA POS.COM, ‎BANJARBARU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kesiagaan menghadapi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Tim kesehatan dikerahkan ke setiap posko penanganan karhutla untuk memantau kondisi relawan dan masyarakat yang terdampak paparan asap.

Langkah tersebut diambil setelah kasus ISPA di Kalsel menunjukkan peningkatan signifikan. Pada evaluasi mingguan terakhir, jumlah penderita mencapai sekitar 6.700 kasus, naik sekitar 20 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Kepala Dinkes Kalsel Diauddin mengatakan, keberadaan tenaga medis di posko bertujuan memastikan relawan yang berada di garis depan pemadaman api mendapat pendampingan kesehatan.

Tim medis disiagakan dengan obat-obatan dan siap merespons keluhan kesehatan yang muncul di lokasi.

“Walaupun niatnya membantu, kesehatan pribadi juga diperhatikan,” tegas Diauddin.

Ia mengingatkan relawan tidak mengabaikan keselamatan saat bertugas. Penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai harus menjadi perhatian, terutama ketika berhadapan langsung dengan asap dan kondisi lingkungan yang berisiko.

Tak hanya relawan, masyarakat juga menjadi perhatian. Dinkes Kalsel terus mengedukasi warga mengenai risiko paparan kabut asap dan pentingnya membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Salah satu waktu yang menjadi perhatian adalah pagi hari. Aktivitas anak-anak menuju sekolah membuat mereka tetap harus berada di luar rumah ketika kabut asap terkadang justru lebih pekat.

“Sekolah kan jam pagi, mau tidak mau dia beraktivitas ke luar. Nah, pagi itu malah yang agak pekat kabut asapnya,” jelas Diauddin.

Melalui jajaran dinas kesehatan kabupaten dan kota, Dinkes Kalsel meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah saat kabut asap pekat. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker.

Lonjakan ISPA menjadi peringatan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Paparan asap juga membawa risiko langsung terhadap kesehatan masyarakat, sehingga kewaspadaan dan perlindungan diri perlu ditingkatkan selama karhutla belum mereda.

Editor : Eddy Hardiyanto
tim medis ispa Posko Karhutla Dinkes kalsel