Hanya Punya 107 Orang ! Dinkes HST Sebut Jumlah Dokter Umum di Puskesmas Belum Ideal

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:31 WIB
TERBATAS: Dinkes HST menggelar Forum Konsultasi Publik terkait jumlah dokter umum Puskesmas di Aula Bakti Husada, Jumat (14/8/2026).
TERBATAS: Dinkes HST menggelar Forum Konsultasi Publik terkait jumlah dokter umum Puskesmas di Aula Bakti Husada, Jumat (14/8/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI - Upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Hulu Sungai Tengah (HST) masih menghadapi pekerjaan rumah. Salah satunya, ketersediaan dokter umum di sejumlah puskesmas yang belum memenuhi kebutuhan ideal.

Kepala Dinas Kesehatan HST dr. Desfi Delfiana Fahmi mengakui, pemenuhan tenaga medis masih menjadi perhatian. Kondisi tersebut terus dikoordinasikan agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal.

“Memang masih ada beberapa puskesmas yang jumlah dokternya belum ideal. Ini menjadi perhatian kami dan terus kami koordinasikan agar kebutuhan tenaga kesehatan bisa terpenuhi,” katanya dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) di Aula Bakti Husada Dinkes HST, Jumat (14/8/2026).

HST memiliki 19 puskesmas, terdiri dari empat puskesmas rawat inap dan 15 puskesmas nonrawat inap. Pelayanan juga didukung 44 Puskesmas Pembantu (Pustu), 86 Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK), serta 354 posyandu yang telah terintegrasi dengan layanan primer.

Saat ini terdapat 107 dokter umum di HST. Namun, jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan ideal. Puskesmas rawat inap idealnya memiliki 3–4 dokter, sedangkan puskesmas nonrawat inap membutuhkan 2–3 dokter.

Bagi Dinkes, pembenahan tidak hanya berkutat pada jumlah tenaga medis. Kualitas pelayanan, kompetensi dan kesejahteraan sumber daya manusia juga menjadi perhatian.

“Yang paling penting bagaimana kita terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk kompetensi dan kesejahteraan SDM. Dengan begitu, masyarakat bisa merasa nyaman saat mendapatkan pelayanan,” ujar Desfi.

CKG Masih Jauh dari Target

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu layanan yang terus digenjot. Hingga 11 Agustus 2026, sebanyak 53.718 warga HST telah mengikuti program tersebut.

Jumlah itu baru mencapai 19,45 persen dari total penduduk HST. Angka tersebut masih jauh dari target nasional sebesar 46 persen.

Selain CKG, Dinkes HST juga mengejar percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) serta pemenuhan 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan sesuai Permenkes Nomor 6 Tahun 2024.

Pelayanan kesehatan juga mulai beradaptasi dengan teknologi. Dinkes HST mengembangkan MENYALA SIKEMBAR atau Menyatukan Layanan Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Barabai sebagai layanan informasi kesehatan digital terpadu yang dapat diakses melalui smartphone.

Ada pula SITANDANG atau Sistem Informasi Tamu Datang yang dikembangkan pada 2026. Sistem tersebut memanfaatkan pemindaian barcode untuk mencatat tamu secara digital.

Keluhan Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi

Ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan, pertanyaan dan saran juga diperkuat. Dinkes HST memastikan setiap masukan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan.

“Setiap masukan dari masyarakat tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami. Dari situ kami bisa melihat apa yang masih perlu diperbaiki dalam pelayanan,” katanya.

Upaya tersebut turut tercermin dari kenaikan nilai Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Nilai yang sebelumnya 89,23 pada 2024 meningkat menjadi 93 pada Semester I 2026.

Dinkes HST juga mencatat sejumlah capaian, di antaranya penghargaan Universal Health Coverage (UHC) tingkat nasional pada 2025 serta penghargaan bidang kesehatan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Namun, capaian itu belum membuat pekerjaan rumah pelayanan kesehatan selesai. Di tengah digitalisasi layanan dan meningkatnya kepuasan masyarakat, pemerataan tenaga dokter di puskesmas tetap menjadi tantangan yang harus dituntaskan.

Editor : Eddy Hardiyanto
Dinkes HST Dokter Umum belum ideal Puskesmas