RADARBANJARMASIN.JAWAPO.COM, KANDANGAN - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mencapai 440 kasus hingga minggu ke-31 tahun 2026 atau memasuki Agustus.
Data tersebut dihimpun dari pelayanan kesehatan di 21 puskesmas, dua RSUD dan tiga rumah sakit swasta di HSS.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Kesehatan Lanjutan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) HSS, dr. Artaty, mengatakan peningkatan kasus ISPA di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu menjadi perhatian.
Namun, dia menegaskan kabut asap bukan penyebab utama seluruh kasus ISPA.
"ISPA biasanya dan paling sering disebabkan oleh virus dan bakteri. Kabut asap merupakan salah satu faktor risiko atau pencetus, bukan penyebab seluruh kasus ISPA yang terjadi," ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Menurut Artaty, paparan asap dan polusi udara dapat mengiritasi saluran pernapasan serta menurunkan pertahanan alami tubuh. Kondisi itu membuat seseorang lebih rentan mengalami infeksi atau memperberat gejala ISPA yang sudah diderita.
Selain kabut asap, sejumlah faktor lain juga dapat memicu gangguan pernapasan, seperti asap rokok, polusi kendaraan dan kondisi lingkungan.
Debu juga menjadi perhatian, terutama saat musim kemarau ketika partikel lebih mudah beterbangan.
"Debu tidak selalu menjadi penyebab langsung ISPA. Debu lebih berperan sebagai faktor risiko atau pemicu meningkatnya kerentanan terhadap infeksi," jelasnya.
Kelompok yang dinilai paling perlu mendapat perhatian adalah anak-anak, terutama usia di bawah satu tahun hingga 14 tahun, serta lansia berusia 60 tahun ke atas.
Artaty menjelaskan, pasien ISPA yang ditangani di rumah sakit umumnya mengalami gejala lebih berat, memiliki indikasi medis tertentu atau sudah mengalami komplikasi.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia, sesak napas hingga gagal napas. Kondisi tersebut bisa membutuhkan pemeriksaan lanjutan, terapi oksigen maupun perawatan di rumah sakit.
Untuk menekan risiko ISPA, masyarakat diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara memburuk dan masker digunakan saat harus beraktivitas di luar rumah.
"Menutup pintu dan jendela, perbanyak minum air putih minimal delapan gelas sehari, konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah, serta jaga kebersihan diri dengan mandi setelah beraktivitas dari luar ruangan dan cuci tangan dengan sabun," imbaunya.
Editor : Eddy Hardiyanto