RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Hj Ananda resmi dilantik sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin periode 2026-2031.
Ia terpilih secara aklamasi lewat Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, pada Sabtu (1/8/2026).
Usai dilantik, Ananda mencatat sejumlah pembenahan masih perlu dilakukan di tubuh PMI Kota Banjarmasin. Mulai dari pengelolaan aset, transparansi laporan keuangan, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pembenahan tata kelola organisasi ditegaskannya harus sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sekaligus memperkuat akuntabilitas lembaga.
"Kami ingin memperbaiki hal-hal yang masih kurang, sekaligus melanjutkan program-program yang selama ini sudah berjalan baik," ujarnya.
Selain pembenahan internal, Ananda menargetkan terbangunnya kembali sinergi yang lebih erat dengan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Daerah sangat penting, mengingat Wali Kota Banjarmasin merupakan pelindung PMI Kota Banjarmasin sesuai ketentuan organisasi.
Salah satu kebutuhan mendesak yang akan diperjuangkan adalah keberadaan kantor permanen bagi PMI Kota Banjarmasin.
Selama ini, PMI Kota Banjarmasin belum memiliki gedung sendiri, sehingga aktivitas organisasi dinilai belum optimal.
Ananda menyebut Pemko Banjarmasin telah berkomitmen menghibahkan salah satu aset daerah yang tidak lagi dimanfaatkan untuk dijadikan Kantor PMI.
"Pak Wali Kota sudah berkoordinasi dengan Ketua PMI Provinsi dan menginstruksikan bagian aset untuk menyiapkan hibah bangunan yang tidak terpakai agar dapat dimanfaatkan sebagai kantor PMI," katanya.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Gusti Iskandar Sukma Alamsyah menegaskan Muskot tersebut sah.
Forum tersebut sesuai jadwal yang sebelumnya ditetapkan pelaksana tugas (Plt), Puar Djunaidi.
Sebelum pelaksanaan Muskot, pihaknya telah melakukan konsolidasi internal sekaligus berkoordinasi dengan Wali Kota Banjarmasin selaku pelindung PMI guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan organisasi.
Terkait munculnya Muskot tandingan beberapa waktu lalu, Gusti Iskandar menegaskan bahwa Muskot yang digelar hari ini merupakan satu-satunya forum yang sah dan diakui organisasi.
Menurutnya, kehadiran perwakilan PMI Pusat pada kegiatan sebelumnya terjadi akibat kekeliruan informasi yang telah diklarifikasi.
"Kami sudah meluruskan miskomunikasi tersebut. Hasil Muskot hari ini yang akan kami laporkan secara berjenjang kepada PMI Pusat sebagai bentuk konsolidasi organisasi," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani