Lewati Medan Sulit ! Tim DP3AP2KBPMD Balangan Temukan Balita dan Ibu Hamil Berisiko Stunting

M Dirga • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:25 WIB
PANTAU KESEHATAN WARGA: Tim gabungan dari pemerintah daerah dan penyuluh saat menyambangi kediaman warga di Desa Binuang Santang guna memvalidasi data dan menyalurkan bantuan nutrisi.
PANTAU KESEHATAN WARGA: Tim gabungan dari pemerintah daerah dan penyuluh saat menyambangi kediaman warga di Desa Binuang Santang guna memvalidasi data dan menyalurkan bantuan nutrisi.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Penanganan stunting di wilayah pedalaman tak cukup hanya dengan pemberian bantuan gizi. Akses jalan yang sulit, terbatasnya sanitasi, hingga minimnya fasilitas dasar menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara bersamaan.

Kondisi itulah yang ditemukan tim Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AP2KBPMD) Kabupaten Balangan saat turun langsung ke Desa Binuang Santang, Kecamatan Halong, Rabu (29/7/2026).

Menyusuri medan yang sulit, tim bersama para penyuluh melakukan pendataan dari rumah ke rumah untuk memastikan kondisi keluarga yang berisiko stunting.

JF Penata Kependudukan dan KB Ahli Muda Kabupaten Balangan, Denny Mariaty Simbolon, mengatakan peninjauan lapangan penting dilakukan karena kondisi geografis sangat memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Dari hasil peninjauan, kami melihat akses jalan yang terbatas berpengaruh terhadap kemudahan masyarakat memperoleh makanan bergizi, vitamin, maupun susu. Karena itu kami ingin memastikan kondisi riil keluarga berisiko stunting di wilayah ini," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Hasil pendataan menemukan dua balita dan satu ibu hamil yang masuk kategori pemantauan intensif. Selain memeriksa kondisi gizi, petugas juga mengevaluasi ketersediaan sarana pendukung seperti sanitasi dan akses air bersih.

Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Pertama wilayah Binuang Santang, M. Ramadhani Mubarak, mengatakan hasil pendataan akan menjadi dasar bagi dinas terkait untuk melakukan penanganan sesuai kewenangannya.

"Kami mendata kondisi di lapangan terlebih dahulu, kemudian hasilnya akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Harapannya akses jalan, air bersih, dan fasilitas sanitasi di desa ini dapat terus ditingkatkan," katanya.

Bidan Desa Binuang Santang, Anika, menambahkan ibu hamil yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan membutuhkan pendampingan lebih intensif hingga proses persalinan.

"Kami berharap ibu hamil di Binuang Santang tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dan dapat melahirkan di fasilitas kesehatan sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin," ujarnya.

Sebagai langkah cepat, tim telah menyalurkan bantuan berupa biskuit tambahan gizi dan susu bagi balita serta ibu hamil. Pemerintah berharap kolaborasi lintas instansi dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dasar agar upaya pencegahan stunting di wilayah pedalaman berjalan lebih efektif.

Editor : Eddy Hardiyanto
Tim DP3AP2KBPMD Balangan Stunting