Cetak Agen Perubahan! Mahasiswa Keperawatan Didorong Sukseskan Bangga Kencana

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:42 WIB
AGEN PERUBAHAN: Mahasiswa keperawatan Institut Kesehatan Suaka Insan mengikuti kuliah pakar tentang Program Bangga Kencana di Aula Paulus, Senin (27/7/2026).
AGEN PERUBAHAN: Mahasiswa keperawatan Institut Kesehatan Suaka Insan mengikuti kuliah pakar tentang Program Bangga Kencana di Aula Paulus, Senin (27/7/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Mahasiswa keperawatan tak hanya dituntut piawai memberikan pelayanan kesehatan. Mereka juga didorong menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga berkualitas sejak dini.

Komitmen itu diwujudkan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin melalui kuliah pakar bertajuk Optimalisasi Peran Perawat sebagai Health Educator dalam Keperawatan Keluarga untuk Mendukung Program Bangga Kencana Menuju Keluarga Berkualitas di Aula Paulus Institut Kesehatan Suaka Insan, Senin(27/7/2026).

Kabid Keluarga Berencana DPPKBPM Kota Banjarmasin, Rimalia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi Pemerintah Daerah dengan perguruan tinggi dalam memperkuat implementasi Program Bangga Kencana. Institut Kesehatan Suaka Insan menjadi perguruan tinggi keenam yang diajak berkolaborasi.

"Perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak remaja hingga memasuki kehidupan berkeluarga. Karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi agent of change yang mampu mengedukasi masyarakat," ujarnya.

Menurut Rima, panggilannya,  mahasiswa dibekali materi mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, kesehatan mental, pencegahan pernikahan usia anak, penyalahgunaan NAPZA, hingga penguatan ketahanan keluarga. DPPKBPM berharap lahir kader-kader mahasiswa yang mampu menjadi penyuluh sebaya dan memperluas edukasi Program Bangga Kencana di tengah masyarakat.

Senada, Kaprodi Keperawatan Institut Kesehatan Suaka Insan, Theresia Ivana, menilai Program Bangga Kencana selaras dengan konsep keperawatan keluarga yang mengedepankan upaya promotif dan preventif.

"Mahasiswa keperawatan tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga kesehatan yang kompeten secara klinis, tetapi juga sebagai edukator, konselor, advokat, dan agen perubahan yang mampu memberdayakan keluarga," katanya.

Ia menambahkan, keluarga merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi sehat dan berkualitas. Karena itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah dinilai penting untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua BEM Institut Kesehatan Suaka Insan, Rika Putri Yustina mengaku memperoleh banyak wawasan dari kuliah pakar tersebut. Mahasiswi semester VI asal Puruk Cahu, Kalimantan Tengah, itu mengatakan materi yang diterima semakin menguatkan cita-citanya menjadi perawat komunitas.

"Saya ingin memulai edukasi dari keluarga sendiri, kemudian kepada masyarakat melalui pelayanan di puskesmas. Sebagai generasi Z, kami juga harus mampu menyampaikan pesan kesehatan dengan bahasa yang lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat," tuturnya. 

Editor : Fauzan Ridhani
DPPKBPM Banjarmasin Institut Kesehatan Suaka Insan program Bangga Kencana kuliah pakar agen perubahan