RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TANJUNG - Kabupaten Tabalong mulai merasakan dampak musim kemarau. Selama sekitar tiga pekan terakhir, wilayah ini tidak diguyur hujan sehingga kondisi cuaca menjadi lebih panas dan debu mulai berterbangan.
Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabalong mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang berpotensi meningkat saat musim kemarau.
Kepala Dinkes Tabalong, Ahmad Baihaki, meminta masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, terutama di tengah cuaca yang panas dan kering.
"Kami harapkan kepada masyarakat lebih berhati-hati dengan ISPA, baik anak-anak, orang dewasa maupun lansia," ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Ia menyarankan masyarakat mengonsumsi air putih sekitar dua liter setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Selain itu, masyarakat juga diimbau mengurangi konsumsi minuman yang menggunakan es batu, terutama saat mulai mengalami keluhan pada tenggorokan.
Menurut Ahmad Baihaki, menjaga asupan cairan menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu tubuh mempertahankan daya tahan dan mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan selama musim kemarau.
Meski demikian, ia memastikan kondisi kasus ISPA di Kabupaten Tabalong hingga saat ini masih dalam kategori aman dan belum menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.
Namun, masyarakat diminta tetap disiplin menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan agar penyebaran penyakit dapat dicegah.
"Kolaborasi kita harus berjalan. Kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan," tegasnya.
Dinkes Tabalong berharap kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat terus meningkat sehingga risiko penyakit yang kerap muncul saat musim kemarau, khususnya ISPA, dapat ditekan.
Editor : Eddy Hardiyanto